QRIS Masuk Ke Kuliner Tegal, UMKM Didorong Naik Kelas Lewat Pembayaran Digital

Bank Indonesia Tegal kembali mendorong perluasan pembayaran digital lewat QRIS Jelajah (Kuliner) Indonesia 2026. Program ini diarahkan langsung ke sektor UMKM dan pariwisata, dua area yang disebut punya dampak besar bagi ekonomi daerah.

Kegiatan pembuka digelar bersamaan dengan festival Kuliner Klenteng Tek Hay Kong di Kota Tegal, Sabtu (11/7). Tahun ini, formatnya dibuat sebagai kompetisi yang menggabungkan edukasi, eksplorasi budaya, dan pengalaman memakai layanan pembayaran digital di lapangan.

15 Tim Lolos ke Tahap Kompetisi

Kepala BI Nasional Tegal, Bilamala, mengatakan QRIS Jelajah Indonesia dijalankan secara berkala oleh BI. Menurut dia, Kota Tegal menjadi salah satu titik penting karena punya banyak kuliner dan akan dirangkaikan dengan Kabupaten Tegal serta Kabupaten Brebes.

Ia menyebut ada 15 tim yang lolos dan harus melakukan branding dalam rangkaian kegiatan tersebut. Selain promosi kuliner daerah, kompetisi ini juga dipakai untuk mengampanyekan penggunaan QRIS di tengah masyarakat.

Informasi UtamaDetail
Wilayah kerja BI TegalKabupaten/Kota Brebes, Tegal, Pemalang, dan Pekalongan
Bentuk kegiatanKompetisi QRIS Jelajah (Kuliner) Indonesia 2026
Lokasi pembukaanFestival Kuliner Klenteng Tek Hay Kong, Kota Tegal
Peserta lolos15 tim

Digitalisasi Pembayaran Masuk ke Sektor Wisata

Bilamala juga mengatakan BI mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dan penguatan gerakan Rupiah Cinta Bangga Paham. Langkah ini dipadukan dengan aktivitas kuliner agar digitalisasi pembayaran lebih dekat dengan kegiatan ekonomi sehari-hari.

Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah mempercepat transformasi digital. Ia menyebut Pemerintah Kota Tegal terus mendorong digitalisasi di berbagai sektor, termasuk pariwisata dan wisata kuliner.

Agus Dwi mengatakan penggunaan transaksi elektronik seperti QRIS diharapkan makin meluas dan ikut mengangkat sektor wisata di Kota Tegal. Pemerintah Kota Tegal juga telah menerapkan digitalisasi pembayaran di sejumlah layanan publik.

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi digital tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Keterlibatan masyarakat juga dibutuhkan agar perubahan sistem pembayaran berjalan lebih cepat dan merata.

Pemanfaatan QRIS dan inovasi sistem pembayaran lain kini makin terintegrasi dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Bagi UMKM, hal ini diharapkan membantu meningkatkan daya saing, sementara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ikut mendapat dorongan tambahan untuk tumbuh lebih kuat.

Source: mediaindonesia.com
Terkait