Pengisian nirkabel Qi berpotensi memasuki fase baru yang jauh lebih menarik bagi pengguna. Wireless Power Consortium dilaporkan menyiapkan peningkatan daya hingga 50W, atau dua kali lipat dari batas yang disebut masih ada pada iPhone dan Google Pixel.
Jika rencana ini benar-benar terwujud, masalah utama pengisian nirkabel bisa bergeser dari sekadar kenyamanan ke urusan kecepatan yang lebih kompetitif. Selama ini, banyak pengguna masih memilih kabel saat butuh isi daya cepat sebelum bepergian.
Perubahan besar untuk ekosistem Qi
Selama beberapa tahun terakhir, MagSafe milik Apple menjadi salah satu acuan karena menawarkan pengisian yang lebih presisi lewat bantuan magnet. Sistem itu pertama kali hadir di laptop Apple sebelum diperluas ke iPhone pada 2020.
Pendekatan serupa juga sempat menarik perhatian pengguna Android karena bisa mengurangi risiko ponsel meleset dari titik pengisian optimal. Namun adopsinya belum meluas, meski Google termasuk sedikit produsen yang benar-benar memanfaatkannya lewat aksesori buatannya sendiri.
Laporan yang beredar menyebut Wireless Power Consortium sudah mengadakan pertemuan khusus dengan Xiaomi dan beberapa merek lain untuk membahas teknologi baru ini. Hal itu menunjukkan pembahasan sudah masuk ke tahap implementasi industri, bukan sekadar wacana.
| Informasi | Kondisi Saat Ini | Rencana Baru |
|---|---|---|
| Daya nirkabel Qi | Hingga 25W pada iPhone dan Google Pixel | Hingga 50W |
| Waktu pengenalan | Sudah digunakan di perangkat tertentu | Diduga baru muncul pada 2028 |
ITHome, yang dikutip 9to5Google, melaporkan bahwa perangkat dengan dukungan Qi 50W kemungkinan baru akan hadir pada 2028. Jadwal ini menegaskan bahwa perubahan standar daya nirkabel membutuhkan proses panjang di sisi spesifikasi, perangkat, dan aksesori pendukung.
Kenapa angka 50W terasa penting
Daya tarik utama pengisian nirkabel memang bukan kecepatan, melainkan kepraktisan. Pengisi daya di meja kerja atau di samping tempat tidur membuat ruang lebih rapi dan mengurangi kerepotan kabel.
Namun, jika Qi naik ke 50W, jarak antara pengisian nirkabel dan kabel bisa menyempit cukup jauh. Untuk pemakaian harian, itu berarti pengguna tak lagi harus selalu meninggalkan dock nirkabel saat mengejar waktu isi ulang yang singkat.
Dampaknya juga bisa terasa pada perangkat yang memang sering diisi sambil diletakkan diam, seperti ponsel, jam tangan, dan earbud. Dalam skenario seperti ini, peningkatan daya akan menambah nilai praktis tanpa menghilangkan kenyamanan.
Meski begitu, kabel masih unggul dalam hal kecepatan mentah. Banyak ponsel sudah bisa melampaui 50W lewat pengisian kabel, sementara beberapa model di luar pasar AS bahkan mampu mencapai 100W.
Dalam kasus yang lebih ekstrem, ada pula perangkat yang dikabarkan menembus 200W melalui kabel. Karena itu, Qi 50W belum tentu menjadi yang tercepat, tetapi cukup untuk membuat pengisian nirkabel terasa jauh lebih layak dipakai sehari-hari.
Jika dukungan produsen meluas, perubahan ini bisa mengubah posisi pengisian nirkabel dari fitur pelengkap menjadi salah satu alasan utama memilih ekosistem tertentu. Untuk saat ini, yang paling dinanti adalah apakah standar baru itu benar-benar bisa membawa pengalaman isi daya tanpa kabel ke level yang selama ini belum tercapai.
Source: www.androidpolice.com






