Qarrar Firhand datang ke British Formula 4 Championship dengan modal yang terasa penting untuk pebalap muda: rasa percaya diri yang naik dan kepastian bergabung dengan tim kuat. Setelah dipastikan akan memperkuat Hitech untuk musim depan, pebalap Indonesia itu kini menatap debutnya di ajang tersebut dengan lebih tenang.
Kepercayaan itu bukan datang tanpa alasan. Qarrar baru saja menutup WSK Euro Series 2026 dengan gelar juara di kategori OK, lalu langsung mengalihkan fokus ke tantangan yang jauh lebih besar di British F4.
Hitech Jadi Tempat yang Pas untuk Langkah Berikutnya
Meski kursi untuk musim ini sudah penuh, kerja sama Qarrar dan Hitech akan dimulai pada musim depan. Dalam jumpa pers virtual pada Minggu (12/7/2026) sore WIB, ia menyebut Hitech sebagai salah satu tim terbaik di British F4.
Kecocokan dengan tim juga ikut memperkuat keyakinannya. Qarrar mengatakan sudah menjalani tes dan merasa klik dengan engineer serta pemilik tim, sesuatu yang penting saat masuk ke level balap yang lebih kompetitif.
sport.detik.com melaporkan, Hitech saat ini berada di posisi kedua klasemen British F4. Reputasi itu membuat tim tersebut dipandang sebagai tempat yang tepat untuk perkembangan Qarrar pada musim berikutnya.
Target Awal: Podium Lebih Dulu, Lalu Kejar Kemenangan
Qarrar tidak menutup target yang realistis sekaligus ambisius. Ia ingin mencoba naik podium terlebih dahulu, lalu terus berkembang di setiap balapan sambil mengejar kemenangan.
Harapan itu datang di tengah peralihan besar dari gokar ke mobil Formula 4. Qarrar menyadari karakter mobilnya berbeda jauh, sehingga proses adaptasi menjadi bagian penting dalam persiapan menuju persaingan baru.
| Fakta Utama | Detail |
|---|---|
| Ajang | British Formula 4 Championship |
| Tim musim depan | Hitech |
| Modal terbaru | Juara WSK Euro Series 2026 kategori OK |
| Target awal | Naik podium |
Latihan Fisik Jadi Kunci Adaptasi
Untuk menghadapi mobil Formula 4, Qarrar menambah porsi latihan fisik. Fokus utamanya ada pada kardio karena kebutuhan stamina di mobil balap roda empat itu jauh lebih besar dibandingkan gokar.
Ia menyebut dalam sepekan bisa bersepeda atau berlari empat sampai lima kali, lalu melanjutkannya dengan gym enam kali seminggu. Latihan itu diarahkan untuk memperkuat tangan dan leher, dua bagian tubuh yang sangat dibutuhkan ketika mengendarai mobil Formula 4.
Qarrar juga menyoroti perbedaan bobot kendaraan yang besar. Gokar disebutnya berbobot sekitar 70 sampai 90 kilogram, sedangkan Formula 4 berada di kisaran 600 kilogram, sehingga proses belajar karakter mobil dan tiap sirkuit menjadi sangat penting.
Meski tantangannya tidak ringan, hasil tes memberi sinyal positif. Qarrar mengatakan sempat menjadi yang tercepat dibanding pebalap lain saat tes, dan modal itu membuatnya semakin optimistis menyongsong musim depan bersama Hitech.
Perjalanan Qarrar ke British F4 kini memasuki fase baru, dengan status sebagai juara WSK Euro Series 2026 dan calon pebalap Hitech musim depan. Bagi pebalap muda Indonesia itu, langkah berikutnya bukan lagi sekadar naik kelas, tetapi membuktikan diri di level yang persaingannya jauh lebih ketat.
Source: sport.detik.com






