Purworejo Kunci Arah 2027, Infrastruktur Hijau Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah

Pemerintah Kabupaten Purworejo mulai mengunci arah pembangunan 2027 dengan satu benang merah yang cukup tegas: pertumbuhan ekonomi harus bergerak bersama penguatan lingkungan. Arah itu tidak berdiri sendiri, melainkan diselaraskan dengan perencanaan strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar program daerah lebih sinkron.

Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH menyampaikan hal itu saat menghadiri Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 Wilayah Pengembangan Keburejo dan Gelangmanggung di Pendopo Pangayoman, Temanggung. Forum tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, jajaran pemerintah provinsi, serta para bupati dan wali kota dari wilayah terkait.

Pembangunan 2027 diarahkan lebih selaras

Pemkab Purworejo sudah menyiapkan perencanaan program pembangunan daerah tahun 2027 agar sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Jawa Tengah dan pembangunan nasional. Tema yang diusung ialah “Penguatan Infrastruktur Berbasis Lingkungan sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Daerah”.

Tema itu menunjukkan bahwa Purworejo ingin menempatkan infrastruktur lingkungan sebagai fondasi ekonomi daerah. Pemerintah daerah melihat pendekatan ini sebagai jalan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Keselarasan dengan Jawa Tengah juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Dengan pola ini, Purworejo menargetkan pembangunan daerah tidak berjalan terpisah dari arah kebijakan provinsi.

Pariwisata dan konektivitas jadi usulan prioritas

Dalam forum itu, Purworejo membawa sejumlah usulan prioritas pembangunan 2027 kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Fokus utamanya berada pada pengembangan koridor pariwisata, konektivitas antarwilayah, serta penguatan ekonomi lokal dan ekonomi syariah.

Salah satu usulan yang diajukan adalah pembangunan infrastruktur akses wisata dan sarana penunjang objek wisata. Bupati Purworejo menyebut jalan pariwisata menuju Pantai Roro Inten sepanjang 2,5 km dan jalan pariwisata menuju Pantai Ketawang sepanjang 2 km.

Penguatan akses ke Pantai Ketawang juga dikaitkan dengan kebutuhan mendukung festival tahunan layang-layang skala internasional. Pemerintah daerah menilai konektivitas wisata dapat ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Agenda pendidikan ikut dibawa

Selain infrastruktur dan pariwisata, Pemkab Purworejo juga mengusulkan pembangunan SMA di wilayah Kecamatan Bruno. Usulan ini disiapkan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap pendidikan lanjutan.

Bupati Purworejo menyampaikan bahwa lahan sekitar 4 hektar sudah disiapkan untuk kebutuhan tersebut. Pemerintah daerah menilai langkah ini penting untuk menekan angka anak putus sekolah dan sekaligus mengurangi kemiskinan ekstrem di wilayah yang padat penduduk itu.

Arah pembangunan dibaca sebagai paket kebijakan

Rangkaian usulan itu memperlihatkan bahwa Purworejo tidak hanya mengejar pembangunan fisik. Daerah ini juga mengaitkan infrastruktur, pariwisata, pendidikan, dan penguatan ekonomi lokal dalam satu arah kebijakan yang lebih luas.

Pendekatan berbasis lingkungan menjadi pengikat utama dari seluruh agenda tersebut. Dari jalan wisata hingga sekolah baru, Purworejo ingin memastikan pembangunan 2027 memberi dampak ekonomi yang nyata tanpa melepaskan perhatian pada keberlanjutan.

Source: vibes.koranjuri.com
Exit mobile version