Purnawirawan Diminta Jadi Perekat Bangsa, PPAD Tekankan Tanggung Jawab Moral

Jenderal TNI (Purn.) HBL Mantiri meminta purnawirawan tampil sebagai perekat persatuan bangsa, bukan sekadar berada di pinggir dinamika negara. Pesan itu ia sampaikan saat pidato perdana sebagai Ketua Badan Pertimbangan Pusat Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD).

Menurut HBL Mantiri, pengabdian para purnawirawan tidak berhenti ketika masa dinas aktif selesai. Ia menilai tanggung jawab moral kepada bangsa dan negara tetap melekat, termasuk melalui sikap yang menjaga soliditas organisasi dan kepedulian sosial.

Pengabdian yang berubah bentuk

Dalam pernyataannya, HBL Mantiri menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dari jajaran PPAD, mulai dari Wakil Ketua Badan Pertimbangan Pusat, anggota Badan Pertimbangan Pusat, Pengurus Pusat PPAD, hingga seluruh anggota PPAD di Indonesia. Ia menyebut amanah itu sebagai tanggung jawab bersama yang harus dijaga.

Ia juga menekankan bahwa posisi di Badan Pertimbangan Pusat tidak hanya soal struktur organisasi. Peran tersebut membawa tugas untuk menjaga marwah organisasi, memperkuat persatuan, dan memberi masukan bagi bangsa dan negara.

“Kepercayaan ini adalah amanah kebersamaan. Saya berharap dukungan, kebersamaan, dan semangat yang selama ini telah terbangun dapat terus kita jaga dan kita lanjutkan demi kepentingan organisasi serta pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar HBL Mantiri dalam rilis yang diterima, Minggu (28/6/2026).

PPAD diminta hadir sebagai bagian dari solusi

HBL Mantiri menilai PPAD perlu terus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa. Modal utama organisasi purnawirawan, menurut dia, ada pada pengalaman panjang, pemikiran objektif, dan keteladanan yang terbentuk selama menjalankan tugas negara.

Ia mengingatkan bahwa nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI tetap menjadi pedoman moral bagi para purnawirawan. Nilai itu tidak hilang meski masa dinas aktif sudah berakhir, karena membentuk karakter dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Sebagai purnawirawan TNI Angkatan Darat, kita tetap memiliki tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara. Pengabdian tidak berhenti, tetapi berubah bentuk,” ujarnya.

HBL Mantiri juga menyebut purnawirawan perlu terus menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, dan mendukung TNI serta pemerintah dalam menjalankan tugas demi kesejahteraan rakyat. Menurut dia, kontribusi semacam itu tetap relevan bagi kebutuhan bangsa saat ini.

Peran strategis Badan Pertimbangan Pusat

Dalam arahannya, HBL Mantiri menyoroti peran strategis Badan Pertimbangan Pusat sebagai pemberi nasihat, saran, dan pertimbangan kepada Dewan Pengurus Pusat PPAD. Fungsi itu dinilai penting agar organisasi tetap berjalan sesuai tujuan pengabdian dan mengutamakan kepentingan nasional.

Ia meminta kekompakan internal terus dijaga agar PPAD bisa bergerak solid di semua tingkatan. Ia juga mengajak seluruh anggota memperkuat solidaritas dan membangun semangat kebersamaan sebagai fondasi utama organisasi.

HBL Mantiri berharap PPAD tetap menjadi organisasi yang solid, berwibawa, dan dihormati. Ia menegaskan harapan agar PPAD terus menjalankan peran sebagai kekuatan moral yang ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Source: www.suara.com

Terkait