Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi mencopot dua pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan, yaitu Febrio Nathan Kacaribu dan Luky Alfirman. Setelah keputusan itu, dua kursi strategis di level direktur jenderal langsung diisi pelaksana harian agar roda organisasi tetap berjalan.
Purbaya mengonfirmasi bahwa pencopotan tersebut sudah efektif sejak sore hari. “Iya [dicopot], sudah dikasih Plh sekarang. Sudah aktif sejak kemarin sore,” kata Purbaya, Rabu (22/4/2026).
Dua direktorat strategis kini dipimpin sementara
Dua posisi yang terdampak adalah Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Direktur Jenderal Anggaran. Penunjukan pelaksana harian menjadi langkah cepat untuk menjaga fungsi birokrasi tetap normal selama masa transisi.
Kebijakan ini menunjukkan Kementerian Keuangan memilih stabilitas kerja sambil menunggu penataan lanjutan. Di saat jabatan definitif belum ditetapkan, operasional dua direktorat itu tetap dijalankan oleh pejabat sementara.
Luky dan Febrio belum mendapat penugasan baru
Hingga kini, Luky dan Febrio belum ditempatkan pada posisi lain di struktur kementerian. Purbaya menyebut keduanya belum langsung masuk rotasi karena masih menunggu hasil penyesuaian internal.
“Belum [penempatan rotasi], mereka istirahat dulu, nanti dicari-cari tempat yang pas buat mereka,” ujarnya. Pernyataan itu menandakan proses evaluasi masih berlangsung dan belum ada keputusan final soal penugasan baru.
Luky Alfirman merupakan pejabat karier dari internal Pegawai Negeri Sipil Kementerian Keuangan. Sementara itu, Febrio Nathan Kacaribu berasal dari latar akademik dan dikenal sebagai akademisi Universitas Indonesia.
Tiga kursi dirjen belum terisi definitif
Pencopotan dua pejabat itu membuat jumlah posisi strategis yang belum diisi penuh di Kementerian Keuangan menjadi tiga. Selain dua jabatan yang baru kosong, kursi Direktur Jenderal Stabilitas Pengembangan Sektor Keuangan juga masih dijalankan pelaksana tugas.
Posisi tersebut dipegang Herman Saheruddin setelah Masyita Crystallin berpindah tugas ke BPI Danantara. Dengan demikian, tiga jabatan penting di level direktur jenderal masih menunggu pejabat definitif.
Kondisi ini memperlihatkan adanya proses penyegaran sekaligus penataan ulang di jajaran pimpinan kementerian. Meski begitu, pengisian definitif tidak dilakukan secara tergesa-gesa agar penempatan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Nama kandidat akan diajukan ke Presiden
Purbaya menyatakan daftar kandidat pejabat baru akan diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto pada bulan depan. Ia juga memberi sinyal bahwa pengajuan itu kemungkinan dilakukan pada awal atau pertengahan Mei.
“Nanti kan sekalian diajukan ke presiden. Jadi mungkin sekalian di awal atau pertengahan Mei,” kata Purbaya. Proses ini masih menunggu evaluasi internal untuk mencocokkan kebutuhan jabatan dengan kompetensi kandidat yang tersedia.
Kementerian Keuangan disebut ingin memastikan posisi baru yang tepat bagi pejabat yang terdampak, sekaligus menuntaskan penataan struktur secara lebih hati-hati. DDTCNews dan CNBC Indonesia melaporkan bahwa penempatan kembali Febrio dan Luky juga masih bergantung pada hasil kajian internal.
Di tengah perubahan itu, Kementerian Keuangan tetap menjaga ritme kerja lewat pelaksana harian di dua direktorat yang kosong. Langkah tersebut menegaskan bahwa penyesuaian struktur sedang berjalan, sementara keputusan final untuk tiga kursi strategis masih menunggu proses lanjutan.
