PSM Tersungkur Di Kanjuruhan, Ancaman Degradasi Kian Menghantui Setelah Dibantai Arema

PSM Makassar pulang dari Stadion Kanjuruhan dengan luka besar setelah dibantai Arema FC 0-3. Kekalahan ini bukan hanya soal skor, tetapi juga membuat ancaman degradasi bagi PSM makin terasa nyata karena posisi mereka di klasemen belum aman.

Di tengah tekanan itu, caretaker pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, langsung menekankan perlunya evaluasi menyeluruh. Ia menilai hasil buruk ini terasa semakin pahit karena tim sebenarnya masih sempat mendapat beberapa peluang untuk mencetak gol.

Peluang ada, penyelesaian tak jalan

Amiruddin menyebut PSM mampu menciptakan sekitar lima sampai enam peluang sepanjang laga. Namun, peluang tersebut tidak bisa dimaksimalkan oleh lini serang.

Menurut dia, satu gol saja bisa mengubah jalannya pertandingan. Karena itu, kekalahan dari Arema langsung masuk daftar evaluasi utama jelang laga berikutnya.

Kegagalan menyelesaikan peluang membuat PSM kehilangan momentum saat pertandingan masih bisa dikendalikan. Situasi itu kemudian dimanfaatkan Arema untuk menekan dan mengunci kemenangan meyakinkan.

Pertahanan ikut jadi sorotan

Selain lini depan, pertahanan PSM juga mendapat perhatian serius. Amiruddin mengakui ada rotasi pemain di lini belakang saat menghadapi Persib, dan kualitas pertahanan dalam laga melawan Arema dinilai belum tampil baik.

Ia menegaskan para pemain sebenarnya sudah menjalankan taktik yang disiapkan staf pelatih. Meski begitu, hasil akhir tetap tidak sesuai harapan dan gol penalti Arema disebut ikut memengaruhi motivasi pemain.

Sorotan terhadap organisasi pertahanan menjadi penting karena PSM tidak hanya gagal mencetak gol, tetapi juga kebobolan tiga kali. Dalam situasi seperti ini, celah kecil di belakang bisa berubah menjadi kerugian besar bagi tim yang sedang berjuang keluar dari tekanan klasemen.

Pemain minta maaf, tim fokus bangkit

Dari kubu pemain, Rasyid Bakri menyampaikan rasa kecewa yang dirasakan seluruh skuad PSM. Ia juga mewakili rekan-rekannya untuk meminta maaf kepada suporter yang berharap hasil lebih baik di Kanjuruhan.

Rasyid menegaskan tim akan menyiapkan persiapan menghadapi Persib dengan lebih matang. Targetnya jelas, PSM harus tampil lebih efektif agar bisa meraih poin maksimal pada laga berikutnya.

Sebagai pemain senior, Rasyid juga menyatakan siap merangkul para pemain muda di dalam skuad. Ia ingin menjaga suasana tim tetap solid di tengah tekanan hasil buruk yang membuat situasi PSM semakin berat.

Kekalahan dari Arema menambah panjang pekerjaan rumah PSM pada fase krusial musim ini. Evaluasi di lini depan, pembenahan pertahanan, dan respons mental pemain kini menjadi kebutuhan mendesak jika PSM ingin menjauh dari ancaman degradasi.

Source: jatim.antaranews.com

Terkait