PSM Makassar Bidik Tiga Poin Di Gianyar, Jarak Dari Zona Merah Tinggal Lima Angka

PSM Makassar datang ke Gianyar dengan misi yang jelas, yaitu mencuri poin penuh dari Bali United pada lanjutan Super League di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Kemenangan menjadi kebutuhan penting karena posisi Juku Eja masih belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.

Situasi klasemen membuat laga ini terasa berat bagi PSM. Tim asal Sulawesi Selatan itu berada di peringkat ke-14 dengan 31 poin, hanya unggul lima angka dari Madura United yang menempati zona merah.

Modal positif dari laga sebelumnya

PSM membawa kepercayaan diri lebih baik setelah menaklukkan Persik Kediri dengan skor 3-1 pada pertandingan sebelumnya. Tiga gol kemenangan dicetak Yuran Fernandes, Sheriddin Boboev, dan Luka Cumic.

Hasil itu penting karena PSM sedang berada dalam tekanan persaingan papan bawah. Tambahan tiga poin juga memberi dorongan mental untuk menghadapi laga tandang yang diperkirakan tidak mudah.

Keberhasilan menundukkan Persik menunjukkan bahwa PSM masih punya daya dobrak di lini depan. Namun, konsistensi tetap jadi pekerjaan utama karena hasil positif di satu laga belum cukup untuk benar-benar menjauh dari zona rawan.

Setiap pertandingan diperlakukan seperti final

Penyerang PSM Makassar, Alex Tank, menegaskan bahwa seluruh laga tersisa harus dijalani dengan fokus penuh. Ia menilai tim belum bisa merasa aman karena selisih poin dari zona merah masih tipis.

“Saya percaya bahwa Bali United adalah tim yang bagus, namun kami juga memiliki kepercayaan diri untuk memenangkan satu atau bahkan tiga poin,” kata Tank, seperti dilaporkan situs ILeague. Pernyataan itu memperlihatkan keyakinan PSM untuk tetap bersaing meski bermain di kandang lawan.

Tank juga menyoroti pentingnya kesiapan mental menghadapi tekanan pertandingan tandang. Bagi dia, semua pemain harus menganggap setiap laga seperti final agar tidak kehilangan fokus saat momen krusial.

Sikap tersebut sejalan dengan kebutuhan tim yang sedang berjuang di papan bawah. Dalam situasi seperti ini, detail kecil sering menentukan hasil akhir, termasuk disiplin bertahan dan ketenangan saat menyerang.

Bali United bukan lawan yang mudah

Bali United tetap menjadi rintangan serius bagi PSM karena tampil di kandang sendiri dan memiliki catatan pertemuan yang lebih baik pada putaran pertama. Saat itu, Bali United menang 2-0 atas PSM, sehingga duel di Gianyar ikut membawa misi balas dendam bagi Juku Eja.

Kondisi itu membuat pertandingan diprediksi berlangsung ketat sejak awal. PSM perlu menjaga keseimbangan antara keberanian menekan dan kewaspadaan agar tidak memberi ruang bagi tuan rumah untuk mengontrol permainan.

Dalam laga tandang seperti ini, satu kesalahan bisa berpengaruh besar terhadap jalannya pertandingan. Karena itu, efisiensi dalam memanfaatkan peluang menjadi faktor yang sangat menentukan bagi PSM.

Target tiga poin di Gianyar bukan hanya soal memperkuat posisi di klasemen. Hasil tersebut juga bisa menjadi modal psikologis penting untuk menjaga ritme tim di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Jarak ke zona merah masih harus dijaga

Dengan koleksi 31 poin, PSM memang masih berada di atas zona merah, tetapi jaraknya belum cukup nyaman. Selisih lima angka dari Madura United membuat setiap pertandingan tersisa memiliki nilai yang sangat besar bagi Juku Eja.

Dalam konteks itu, hasil dari laga kontra Bali United bisa berdampak langsung pada arah perjalanan PSM di sisa musim. Tambahan poin akan membantu mereka menjaga napas lebih panjang dalam persaingan papan bawah.

Sebaliknya, kehilangan angka dapat membuat tekanan kembali membesar. Itulah sebabnya PSM datang ke Gianyar dengan misi yang sangat tegas, yakni pulang membawa hasil terbaik agar jarak dari zona merah tetap terjaga.

Terkait