PSIM Yogyakarta memasuki laga kontra Bhayangkara FC dengan kondisi yang jauh dari ideal. Laskar Mataram kehilangan lima pemain pilar jelang duel lanjutan Super League di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, sehingga kekuatan tim berpotensi menurun cukup signifikan.
Situasi itu datang pada momen yang kurang tepat karena PSIM juga belum berada dalam performa paling stabil. Di tengah tuntutan meraih hasil positif, absennya sejumlah nama penting membuat pelatih Jean-Paul van Gastel harus menyiapkan skema alternatif dengan cepat.
Lini belakang jadi titik paling rapuh
Masalah terbesar PSIM ada di sektor pertahanan. Dua bek andalan, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, dipastikan tidak bisa tampil karena kendala kebugaran.
Kondisi tersebut menambah beban tim setelah Rakhmatsho Rakhmatzoda dan Anton Fase juga masuk daftar pemain yang terganggu kondisi fisiknya. Dengan empat nama di area belakang dan sekitarnya yang tidak dalam kondisi ideal, organisasi pertahanan PSIM berisiko goyah saat menghadapi lawan yang punya kecepatan dalam transisi.
Berikut lima pemain yang menjadi perhatian utama jelang laga:
- Franco Ramos Mingo
- Yusaku Yamadera
- Rakhmatsho Rakhmatzoda
- Anton Fase
- Riyatno Abiyoso
Dari daftar itu, empat pemain sudah masuk kategori absen atau cedera, sedangkan satu nama masih menunggu keputusan akhir. Situasi ini membuat opsi rotasi PSIM makin terbatas jika ada perubahan mendadak sebelum kick-off.
Riyatno Abiyoso masih dipantau tim medis
Selain empat pemain tersebut, gelandang Riyatno Abiyoso juga belum bisa dipastikan tampil. Tim medis masih memantau kondisinya hingga mendekati pertandingan karena kebugarannya belum stabil sepenuhnya untuk dimainkan sejak menit awal.
Jean-Paul van Gastel menegaskan keputusan terkait Abiyoso belum final. Ia menyebut Rakhmatsho dipastikan absen, sedangkan Abiyoso masih harus dibahas bersama tim dokter sebelum penentuan akhir dibuat.
Pernyataan itu menunjukkan PSIM memilih berhati-hati dalam mengelola kondisi pemain. Dalam jadwal kompetitif seperti ini, memaksakan pemain yang belum fit justru bisa memperpanjang daftar cedera dan memengaruhi laga-laga berikutnya.
Tekanan datang dari hasil yang belum konsisten
Selain krisis personel, PSIM juga membawa beban dari tren hasil yang belum memuaskan. Berdasarkan data klasemen, Laskar Mataram gagal meraih kemenangan dalam empat laga terakhir, dengan rincian dua imbang dan dua kalah.
Catatan itu membuat laga melawan Bhayangkara FC memiliki bobot yang lebih besar. Tiga poin dibutuhkan bukan hanya untuk memperbaiki posisi, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan diri skuad yang sedang diuji oleh kondisi internal.
Van Gastel menilai para pemain yang tersedia tetap menunjukkan kerja keras selama persiapan terakhir. Ia juga menekankan bahwa semangat latihan tidak turun meski tim dihantam cedera dan sanksi larangan bermain.
Dampak yang perlu diatasi PSIM
Krisis yang dihadapi PSIM menjelang laga ini setidaknya terlihat pada tiga aspek utama:
- kedalaman skuad yang menipis di area pertahanan,
- ritme permainan yang berpotensi berubah karena absennya pemain inti,
- kebutuhan untuk tetap disiplin saat membangun serangan dari belakang.
PSIM kini dituntut lebih cermat dalam menjaga keseimbangan tim agar tidak mudah kehilangan bola di area berbahaya. Laga di Bandar Lampung akan menjadi ujian penting untuk melihat seberapa jauh Laskar Mataram bisa bertahan ketika komposisi terbaik tidak tersedia.







