Jadwal peluncuran PlayStation 6 kini disebut bisa bergeser dari perkiraan awal 2027 ke 2028, bahkan lebih lambat. Jika kabar ini benar, Sony akan mengambil langkah yang jauh berbeda dari pola rilis konsol generasi sebelumnya.
Penyebab utamanya bukan hanya soal waktu pengembangan, tetapi juga tekanan pasokan komponen. Kelangkaan global high-bandwidth memory disebut ikut mengganggu jadwal karena komponen itu juga diburu industri AI dan pusat data.
Memori jadi penghambat terbesar
Dalam laporan yang dikutip CNNIndonesia dari Geeky Gadgets pada Senin (13/7), kondisi pasokan memori berpotensi membuat biaya produksi PS6 naik. Sony bahkan disebut mungkin harus menyesuaikan spesifikasi perangkat keras agar produksi tetap masuk akal secara bisnis.
Salah satu kemungkinan yang disebut adalah pengurangan kapasitas RAM. Langkah seperti ini menunjukkan bahwa kelangkaan komponen bukan hanya menunda jadwal, tetapi juga bisa memengaruhi karakter akhir konsol tersebut.
Harga yang dijaga agar tidak terlalu tinggi
Di saat pasar perangkat gaming premium makin ramai, Sony tampaknya ingin menghindari banderol yang terlalu agresif. PS6 utama disebut akan diposisikan di kisaran US$750, masih lebih rendah dibanding beberapa pesaing kelas atas yang mulai muncul.
Steam Machine dari Valve disebut dibanderol mulai US$1.049, sementara Project Helix dari Microsoft dipatok di atas US$1.000. Selisih harga ini membuat Sony berpeluang tetap kompetitif jika bisa menjaga biaya produksi tetap terkendali.
Dua model tambahan ikut disiapkan
Laporan yang sama menyebut Sony tidak hanya menyiapkan satu model konsol. Perusahaan itu juga tengah mempertimbangkan dua opsi tambahan untuk memperluas jangkauan PS6.
| Produk | Fungsi | Perkiraan Harga |
|---|---|---|
| Project Canas | Perangkat handheld untuk gaming portabel | Tidak disebutkan |
| PS6 versi terjangkau | Model untuk gamer dengan bujet terbatas | US$350-US$500 |
| PS6 utama | Konsol flagship generasi terbaru | Sekitar US$750 |
Dua opsi itu adalah Project Canas, yang diarahkan sebagai handheld untuk gaming portabel, dan varian PS6 yang lebih murah untuk pengguna dengan bujet terbatas. Dengan begitu, Sony terlihat ingin menjangkau pasar dari kelas flagship sampai segmen yang lebih sensitif terhadap harga.
Arah digital makin ditegaskan
Selain lini produk, Sony juga disebut menyiapkan perubahan besar pada distribusi. Dukungan disk fisik kabarnya akan dihentikan mulai 2028, lalu perusahaan beralih penuh ke ekosistem digital.
Arah ini sejalan dengan tren industri yang makin menjauh dari media fisik. Di sisi bisnis, Sony disebut bisa menjual konsol dengan margin tipis atau bahkan rugi, lalu menutup keuntungan lewat penjualan game, layanan langganan, dan konten digital.
Jika skenario tersebut terjadi, PS6 bukan hanya datang lebih lambat dari dugaan awal, tetapi juga membawa strategi yang lebih luas pada harga, varian, dan model bisnis. Untuk saat ini, semua detail itu masih bertumpu pada laporan yang beredar dan belum menjadi pengumuman resmi dari Sony.
Source: www.cnnindonesia.com






