Proteksi keamanan terbaru Apple untuk chip M5 dilaporkan sudah ditembus hanya dalam hitungan hari. Yang membuat temuan ini menonjol adalah proses penyusunan exploit tersebut disebut dibantu model AI Anthropic Mythos Preview.
Startup keamanan siber Calif, yang berbasis di Palo Alto, mengatakan mereka berhasil membangun exploit yang bekerja terhadap perlindungan baru Apple dalam waktu kurang dari sepekan. Keberhasilan itu langsung menarik perhatian karena targetnya adalah sistem keamanan yang selama ini dianggap salah satu yang paling ketat di industri.
M5 dan benteng baru Apple
Exploit yang dibangun Calif disebut mampu merusak memori kernel macOS dan membuka akses ke bagian sistem yang semestinya tidak bisa dijangkau. Rantai serangan itu dirangkai dari dua bug dan sejumlah teknik tambahan.
Klaim paling penting ada pada sasaran pertahanannya. Calif menyebut eksploit tersebut sebagai exploit korupsi memori kernel macOS publik pertama yang mampu bertahan dari Memory Integrity Enforcement, atau MIE, pada perangkat keras M5.
Apple memperkenalkan MIE sebagai lompatan besar dalam keamanan memori berbantuan perangkat keras. Sistem ini memanfaatkan chip untuk mendeteksi dan memblokir jenis serangan korupsi memori tertentu sebelum bisa dieksploitasi.
Menurut Calif, Apple menghabiskan hampir lima tahun untuk mengembangkan MIE dan kemungkinan menginvestasikan miliaran dolar pada teknologi itu. Apple juga disebut mengklaim MIE telah mengganggu setiap rantai exploit publik yang diketahui yang menargetkan sistem iOS modern, termasuk kit exploit Coruna dan Darksword yang sempat bocor.
Dengan latar tersebut, keberhasilan exploit baru ini menjadi sorotan besar. Bukan hanya karena targetnya pertahanan terbaru Apple, tetapi juga karena waktunya sangat singkat.
Calif menyebut penemuan itu nyaris terjadi tanpa direncanakan. Bruce Dang menemukan bug pada 25 April, Dion Blazakis bergabung ke Calif pada 27 April, Josh Maine membangun tool yang dibutuhkan, dan pada 1 Mei exploit yang bekerja sudah berhasil dibuat.
Peran AI dalam penyusunan exploit
Calif mengatakan Mythos Preview memegang peran penting sepanjang proses itu. Menurut tim peneliti, model AI tersebut cepat mengidentifikasi kerentanan karena bug yang ditemukan masuk dalam kategori exploit yang sudah dikenal.
Perusahaan itu menjelaskan bahwa kekuatan Mythos ada pada kemampuannya menggeneralisasi pola serangan setelah mempelajari satu kelas masalah. Kemampuan itu membantu mempercepat fase awal pencarian dan penyusunan jalur serangan.
Namun Calif menegaskan bypass terhadap MIE tetap tidak bisa dilepaskan dari keahlian manusia. Mereka menyebut mitigasi Apple itu benar-benar baru, sehingga bagian tersulit tetap membutuhkan pengalaman teknis dan intuisi peneliti keamanan.
Kasus ini memperlihatkan kombinasi yang mulai jadi perhatian besar di dunia keamanan digital. Model AI dapat mempercepat identifikasi pola, sementara peneliti manusia tetap dibutuhkan untuk merangkai langkah akhir agar serangan benar-benar berhasil.
Calif memang menyebut proyek ini sebagian dirancang untuk menguji apa yang terjadi ketika sistem AI mutakhir dipasangkan dengan peneliti keamanan siber senior. Perusahaan itu menilai keberhasilan mendaratkan exploit korupsi memori kernel terhadap perlindungan terbaik dalam waktu sepekan sebagai sinyal kuat dari efektivitas kolaborasi tersebut.
Apple sudah menerima laporan
Calif mengatakan temuan itu sudah dibagikan langsung kepada Apple dalam pertemuan tatap muka di kantor pusat perusahaan di California. Mereka memilih jalur itu agar laporan tidak tenggelam di tengah banjir pengiriman laporan kerentanan.
Langkah tersebut menunjukkan riset ini tidak hanya dimaksudkan untuk menarik perhatian. Ada upaya pelaporan langsung kepada vendor yang terdampak, meski rincian respons Apple tidak disebutkan.
Di sisi lain, kemampuan Mythos memang sudah lebih dulu memicu perhatian di industri keamanan siber. Anthropic merilis versi pratinjau model itu pada April setelah pengujian internal dan evaluasi eksternal disebut menunjukkan model tersebut dapat secara otonom mengidentifikasi dan mengeksploitasi celah perangkat lunak pada level yang melampaui sistem AI publik sebelumnya.
Anthropic tidak merilis Mythos secara terbuka. Aksesnya dibatasi untuk sejumlah perusahaan teknologi, bank, dan peneliti melalui inisiatif Project Glasswing.
Pembatasan itu menunjukkan kekhawatiran sejak awal terhadap kemampuan ofensif model tersebut. Kekhawatiran itu makin menguat setelah Mozilla mengatakan Mythos menemukan 271 kerentanan di Firefox dalam pengujian internal.
Rangkaian temuan ini menggambarkan perubahan besar dalam pertahanan digital. Perlindungan perangkat keras yang dibangun bertahun-tahun kini menghadapi lawan baru berupa kombinasi AI yang mampu mengenali pola exploit dengan cepat dan peneliti manusia yang bisa menyusun langkah akhir untuk menembus sistem paling mutakhir.
Source: www.indiatoday.in






