Prabowo Resah Indonesia Bisa B50, tapi Belum Lolos Piala Dunia

Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada dua capaian yang sama-sama menyentuh kebanggaan nasional, tetapi hasilnya sangat berbeda. Indonesia sudah bisa melangkah jauh di sektor energi lewat program B50, namun di sepak bola, tiket ke Piala Dunia masih belum didapat.

Di Karawang, Jawa Barat, Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan di bidang energi belum cukup jika ambisi di lapangan hijau belum tercapai. Saat peluncuran program B50 “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional” pada Kamis (9/7), ia menyebut lolos ke Piala Dunia tetap menjadi target yang membuatnya resah.

Prabowo soroti kontras energi dan sepak bola

Prabowo mengapresiasi pengembangan bahan bakar B50 sebagai bagian dari upaya swasembada energi nasional. Namun, ia justru menyoroti satu hal lain yang menurutnya masih tertinggal, yakni prestasi Tim Nasional Indonesia di panggung sepak bola dunia.

“Yang masih sulit buat Indonesia ialah masuk Piala Dunia, nah itu saya masih resah. Jadi, saya resah, terus terang saja saya resah,” ujar Prabowo. Ia juga menambahkan, “Indonesia bisa B50, tetapi tidak bisa masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas. Bagaimana caranya masuk Piala Dunia?”

AspekFakta Utama
Peluncuran programB50 “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional” di Karawang, Jawa Barat
Fokus kegelisahan PrabowoIndonesia belum lolos ke putaran final Piala Dunia FIFA
Langkah pembenahan sepak bolaKompetisi nasional, pemain muda, infrastruktur, naturalisasi, dan tata kelola
Capaian terbaru Timnas16 besar Piala Asia AFC dan semifinal Piala Asia U-23 2024

Sepak bola dipandang sebagai kehormatan bangsa

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengingatkan bahwa sepak bola tidak bisa dianggap sekadar olahraga biasa. Menurutnya, sepak bola menyangkut kebanggaan dan kehormatan bangsa, sehingga pencapaian Timnas Indonesia punya bobot yang lebih besar dari hasil pertandingan semata.

Ia bahkan sempat mencari Erick Thohir, yang juga menjabat Ketua Umum PSSI, lalu menyebut nama Boy Thohir untuk menyampaikan pesan itu. Gestur tersebut menunjukkan bahwa harapan terhadap kemajuan sepak bola nasional juga diarahkan kepada para pengelola dan pemangku kepentingan di dalamnya.

Modal yang sudah terbentuk untuk mengejar Piala Dunia

Sepak bola memang menjadi olahraga paling populer di Indonesia dengan basis suporter yang sangat besar. Antusiasme itu terlihat dari ramainya stadion, kuatnya dukungan untuk Timnas Indonesia, dan tingginya interaksi di berbagai platform digital setiap kali skuad Garuda bermain.

Meski belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia sebagai negara merdeka, Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan perkembangan yang positif. Pembenahan kompetisi nasional, pengembangan pemain usia muda, peningkatan kualitas infrastruktur, program naturalisasi pemain keturunan, dan penguatan tata kelola menjadi bagian dari upaya menuju target besar itu.

Timnas Indonesia juga mencatat capaian penting, termasuk lolos ke babak 16 besar Piala Asia AFC untuk pertama kalinya dan mencapai semifinal Piala Asia U-23 2024 yang membuka peluang tampil di Olimpiade. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk menjaga optimisme menuju Piala Dunia pada masa mendatang.

Di tengah apresiasi terhadap keberhasilan energi nasional, pesan Prabowo memperlihatkan bahwa ambisi Indonesia tidak berhenti pada swasembada. Bagi pemerintah, sepak bola tetap masuk daftar target besar yang dianggap menyangkut martabat dan kebanggaan bangsa, sebagaimana disampaikan dalam pernyataannya yang dikutip Medcom.id.

Source: www.medcom.id
Terkait