Presiden Prabowo Subianto melantik jajaran baru untuk Badan Gizi Nasional dan posisi penasihat khusus bidang ketenagakerjaan di Istana Negara, Jakarta. Langkah ini menjadi sinyal penataan ulang di dua sektor yang bersentuhan langsung dengan layanan publik dan kesejahteraan buruh.
Pelantikan tersebut juga menunjukkan arah baru pemerintah dalam memperkuat kelembagaan agar program strategis nasional berjalan lebih cepat. Dalam prosesi itu, Prabowo memimpin sumpah jabatan dan menekankan loyalitas pada UUD 1945, kepatuhan pada aturan, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Pimpinan baru BGN resmi ditetapkan
Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18/M Tahun 2026, Prabowo mengangkat Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Dalam keputusan yang sama, Agustina Arumsari dan Trenggono ditetapkan sebagai Wakil Kepala BGN.
Pergantian ini menempatkan BGN dalam formasi baru di tengah perhatian besar pemerintah terhadap penguatan layanan gizi. Susunan kepemimpinan yang baru diharapkan bisa mendorong kerja kelembagaan yang lebih terarah.
Said Iqbal masuk jajaran penasihat khusus
Untuk bidang ketenagakerjaan, Prabowo mengangkat Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Pengangkatan itu ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 58/P Tahun 2026.
Posisi ini menegaskan perhatian pemerintah pada isu ketenagakerjaan yang terus menjadi sorotan publik. Kehadiran penasihat khusus di bidang tersebut membuka ruang bagi masukan yang lebih spesifik terkait kebijakan buruh dan kesejahteraan pekerja.
Sumpah jabatan jadi penegasan komitmen
Prosesi pelantikan dimulai dengan pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Para pejabat yang dilantik kemudian mengikuti sumpah itu sebagai bentuk komitmen menjalankan tugas sesuai konstitusi dan peraturan perundang-undangan.
Prabowo juga menegaskan isi sumpah yang menekankan etika jabatan dan tanggung jawab kepada bangsa dan negara. Setelah itu, para pejabat menandatangani sumpah jabatan di hadapan Presiden.
Suasana resmi di Istana Negara
Usai prosesi pelantikan, acara berlanjut dengan ramah tamah di Istana Negara. Prabowo kemudian didampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat menyalami para pejabat yang baru dilantik.
Momen itu memperlihatkan penegasan politik bahwa pembenahan struktur kelembagaan menjadi bagian dari agenda pemerintahan. Dengan formasi baru di BGN dan posisi penasihat khusus ketenagakerjaan, pemerintah menempatkan dua sektor penting itu sebagai bagian dari akselerasi program nasional dan agenda kesejahteraan buruh.
Source: www.medcom.id





