Porsche AG kembali bersiap mengetatkan sabuk pengeluaran di tengah pasar yang belum pulih. Produsen mobil mewah asal Jerman itu juga menyiapkan produksi yang lebih kecil saat tekanan penjualan dan biaya terus membayangi.
Langkah ini menunjukkan bahwa Porsche memilih efisiensi lebih agresif untuk menjaga profit di saat kondisi bisnis belum membaik. Di bawah Volkswagen AG, perusahaan kini ingin menyesuaikan kapasitas dengan realitas pasar yang lebih keras.
Negosiasi sebelum libur musim panas
Manajemen Porsche menargetkan kesepakatan dengan perwakilan pekerja sebelum masa libur musim panas pabrik pada Juli. Pembahasan itu menjadi bagian dari upaya perusahaan memperbarui strategi efisiensi setelah tekanan pasar makin besar.
Diskusi soal penghematan tambahan sebenarnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Saat itu, Porsche mulai merasakan dampak tarif dagang Amerika Serikat, pelemahan pasar China yang terus memburuk, dan persaingan yang makin ketat di Eropa.
Produksi dipangkas, penjualan jadi acuan baru
Porsche berencana memproduksi mobil dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan realisasi penjualan tahun lalu yang mencapai 280.000 unit. Arah ini menandakan bahwa perusahaan tidak lagi mengejar volume semata, melainkan menekan biaya sambil tetap menjaga pendapatan.
CEO Porsche Michael Leiters mengatakan perusahaan harus tetap bisa menghasilkan uang meski menjual lebih sedikit mobil. Ia menyampaikan pandangan itu kepada Frankfurter Allgemeine Zeitung, dan pernyataan tersebut mempertegas fokus baru Porsche di tengah penurunan permintaan.
Efisiensi berlapis setelah tekanan beruntun
Rencana pemangkasan biaya tambahan ini datang setelah Porsche lebih dulu menyiapkan penghapusan sekitar 3.900 posisi kerja hingga 2029. Artinya, perusahaan sedang menjalankan penyesuaian berlapis untuk merespons tekanan yang tidak singkat.
Tekanan itu juga terasa di pasar modal. Leiters berkomitmen mengangkat kembali kinerja keuangan Porsche setelah saham perusahaan tersingkir dari indeks acuan utama Jerman, DAX, pada tahun lalu.
Audi dan seri 718 tetap masuk strategi
Untuk menekan biaya, Leiters menyebut Porsche akan memperdalam kerja sama dengan Audi. Kolaborasi dengan merek saudara di bawah Volkswagen itu diharapkan membantu perusahaan menjalankan efisiensi dengan lebih agresif.
Di sisi produk, Porsche masih ingin mempertahankan jajaran seri 718 untuk menarik konsumen baru. Hal ini menjadi penting karena produksi generasi terbaru seri 718, khususnya Boxster dan Cayman bermesin bensin, sudah resmi berakhir pada tahun lalu.
Pengiriman kendaraan memberi sinyal peringatan
Tekanan yang dialami Porsche juga tercermin dari pengiriman kendaraan sepanjang tahun lalu. Angka tersebut mencatat penurunan paling tajam sejak 2009, dan memaksa manajemen memangkas proyeksi pendapatan hingga empat kali.
Kondisi itu menempatkan Porsche dalam fase penyesuaian yang berat, saat perusahaan harus menjaga margin di tengah pasar yang berubah cepat. Karena itu, pembahasan biaya tambahan kini menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan daya tahan bisnis di periode penjualan yang melemah.







