Polytron Fox 500 hadir sebagai motor listrik yang mencoba masuk ke kelas lebih serius, bukan sekadar kendaraan harian untuk jarak dekat. Kombinasi tenaga besar, jarak tempuh jauh, dan tampilan maxi membuat model ini langsung terasa berbeda di tengah pasar motor listrik Indonesia.
Dengan top speed hingga 130 km/jam, Fox 500 menyasar pengguna yang selama ini lebih akrab dengan skutik bensin kelas menengah atas. Keunggulan itu dibarengi desain besar dan sejumlah fitur yang menonjolkan rasa premium.
Desain Maxi yang Terasa Lebih Berkelas
Secara tampilan, Fox 500 membawa bodi besar dengan garis desain modern dan proporsi yang tegas. Kesan futuristisnya diperkuat oleh windshield tinggi di bagian depan yang membantu meredam terpaan angin saat berkendara.
Joknya dibuat lebar dan posisi duduknya dirancang ergonomis. Karakter itu membuat motor ini terlihat cocok untuk pemakaian harian sekaligus perjalanan yang lebih jauh.
Performa yang Jadi Pembeda
Polytron membekali Fox 500 dengan motor penggerak 5.000 watt dan peak power 14.700 watt. Tenaga tersebut memungkinkan motor listrik ini melaju hingga 130 km/jam.
Untuk akselerasi, klaim 0 ke 100 km/jam berada di kisaran 13,63 detik. Angka ini membuat Fox 500 punya posisi menonjol di antara motor listrik produksi lokal pada kelasnya.
Sekali Isi, Bisa Tempuh 130 Kilometer
Salah satu daya tarik utama Fox 500 ada pada baterainya. Motor ini memakai baterai Lithium Ferro-Phosphate atau LiFePO4 berkapasitas 3,89 kWh, setara 72V 54Ah.
Dengan bekal tersebut, jarak tempuh yang diklaim mencapai 130 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Untuk kebutuhan perkotaan, jarak ini dinilai cukup memadai untuk mobilitas beberapa hari bagi sebagian pengguna.
| Spesifikasi Utama | Detail |
|---|---|
| Motor penggerak | 5.000 watt |
| Peak power | 14.700 watt |
| Kecepatan puncak | 130 km/jam |
| Jarak tempuh | 130 kilometer |
| Waktu isi daya | 4 hingga 5 jam |
Pengisian dayanya juga terbilang praktis. Dengan charger bawaan 900 watt, waktu isi dari kosong sampai penuh berada di kisaran 4 hingga 5 jam.
Tiga Mode Berkendara, Lebih Fleksibel
Fox 500 menawarkan tiga mode berkendara untuk menyesuaikan karakter motor dengan kondisi jalan. Eco Mode membatasi kecepatan maksimal sekitar 60 km/jam, sementara Drive Mode menawarkan keseimbangan dengan batas 90 km/jam.
Untuk performa penuh, Sport Mode membuka potensi maksimal motor hingga 130 km/jam. Fleksibilitas ini memberi ruang bagi pengendara untuk memilih efisiensi atau tenaga sesuai kebutuhan.
Fitur Premium yang Menambah Nilai Pakai
Salah satu fitur unggulan Fox 500 adalah Cruise Control yang bekerja pada rentang 5 hingga 80 km/jam. Fitur ini membantu pengendara menjaga laju tanpa harus terus memutar grip gas.
Motor ini juga membawa Regenerative Braking dengan tiga tingkat pengaturan, yakni Low, Medium, dan High. Saat gas ditutup atau pengereman dilakukan, energi kinetik diubah menjadi energi listrik lalu dikembalikan ke baterai untuk membantu efisiensi.
Terkoneksi ke Smartphone dan Menjaga Keamanan
Polytron menambahkan konektivitas aplikasi smartphone pada Fox 500. Lewat aplikasi tersebut, pengguna bisa memantau kondisi baterai secara real-time, melihat statistik perjalanan, menemukan lokasi pengisian daya, hingga memakai fitur Anti-Theft Security.
Kehadiran fitur digital itu membuat pengalaman berkendara terasa lebih modern dan praktis. Di saat yang sama, posisinya sebagai motor listrik premium makin kuat karena mengandalkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pengguna masa kini.
Nyaman untuk Harian, tetapi Ada Catatan
Untuk mendukung kenyamanan, Fox 500 memakai suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang monoshock tengah. Ban 110/70-14 di depan dan 140/60-14 di belakang membantu kestabilan, sementara pengereman cakram ganda memberi rasa aman saat harus berhenti mendadak.
Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan calon pengguna. Baterainya masih non-removable, bodinya besar sehingga radius putarnya tidak sepraktis motor kecil, dan sistem cut-off rem disebut cukup sensitif bagi pengguna baru.
Polytron Fox 500 dipasarkan dengan harga OTR sekitar Rp38 juta hingga Rp39,25 juta tergantung wilayah pemasaran. Ada juga sistem sewa baterai yang disebut memberi keuntungan tambahan berupa garansi baterai seumur hidup selama masa berlangganan berjalan.
