Polestar Tersingkir dari Pasar Mobil Baru AS, China Kini Jadi Biang Pembatasan

Polestar kehilangan jalan untuk menjual mobil baru di Amerika Serikat mulai model tahun 2027. Keputusan itu datang setelah merek mobil listrik yang mayoritas sahamnya dimiliki Geely tersebut tidak mendapat izin dari Biro Industri dan Keamanan Departemen Perdagangan AS.

Masalah Polestar bukan sekadar soal izin bisnis biasa. Kebijakan Washington kini makin keras terhadap kendaraan yang punya kaitan teknologi dari China dan Rusia, terutama pada sistem konektivitas yang dianggap bisa menjadi celah keamanan.

Aturan Kendaraan Terhubung jadi titik krusial

Pembatasan ini terkait Connected Vehicle Rule atau Peraturan Kendaraan Terhubung. Aturan tersebut membatasi kendaraan yang memakai perangkat lunak atau perangkat keras asal China dan Rusia pada sistem konektivitasnya untuk masuk ke pasar AS.

Pemerintah AS menyebut langkah itu dibuat untuk melindungi industri otomotif domestik sekaligus menjaga keamanan nasional. Otoritas setempat menilai teknologi dari China atau Rusia berpotensi membuka akses ke data pengguna dan bahkan memungkinkan kendali kendaraan dari jarak jauh.

AspekIsi KebijakanDampak Waktu
Perangkat lunakDibatasi untuk kendaraan dengan teknologi asal China atau RusiaMulai model tahun 2027
Perangkat kerasPembatasan menyusul untuk komponen terkaitMulai 2030
Otorisasi khususWajib bagi produsen yang tetap ingin menjual mobil di ASBerlaku bertahap

Polestar menjadi salah satu produsen yang tidak memperoleh pengecualian itu. Volvo, yang juga berada di bawah kepemilikan Geely, justru disebut berhasil mendapatkan izin pada Mei lalu.

Polestar 3 ikut terdampak paling besar

Dampak paling terasa diperkirakan menimpa Polestar 3. Model itu dirakit di fasilitas perusahaan di South Carolina sejak 2024, lalu dijual untuk konsumen domestik dan juga diekspor ke Eropa.

Belum ada kejelasan mengenai nasib operasi produksi tersebut setelah keputusan pemerintah AS berlaku. Namun, mobil yang sudah berada di Amerika Serikat masih tetap bisa dijual kepada konsumen.

Polestar 3 dan Polestar 4 yang sudah tersedia masih dipasarkan di AS. Meski begitu, tertutupnya peluang menjual model baru setelah 2027 membuat masa depan merek ini di pasar Amerika menjadi serba tanda tanya.

Fokus bergeser ke Eropa dan pasar lain

Perusahaan tetap berjanji memberikan layanan purnajual bagi pelanggan yang sudah memiliki kendaraannya. Di sisi lain, Polestar tampak tidak terlalu bergantung pada pasar AS untuk menopang pertumbuhan bisnisnya.

Berdasarkan data perusahaan, 94 persen penjualan ritel pada kuartal pertama 2026 berasal dari luar negeri. Kondisi itu membuat Polestar mengalihkan fokus ekspansi ke wilayah lain yang dinilai punya prospek pertumbuhan lebih besar.

CEO Polestar Michael Lohscheller mengatakan strategi perusahaan kini lebih diarahkan ke Eropa dan sejumlah pasar berkembang. Ia menyebut industri otomotif sedang memasuki fase baru berdasarkan dinamika regional.

Lohscheller juga menegaskan Eropa menjadi mesin pertumbuhan terbesar bagi Polestar, dengan rencana memproduksi Polestar 7 di Eropa. Ia menambahkan bahwa penjualan rekor pada 2025 dan kuartal pertama 2026 menunjukkan kemajuan signifikan, seiring beberapa peluncuran pasar baru di Eropa sepanjang tahun ini.

Selain Eropa, Polestar akan terus berinvestasi di pasar yang dinilai masih menyimpan peluang tumbuh. Kawasan yang disebut mencakup Asia Tenggara, Eropa Timur, Amerika Latin, dan Kanada.

Source: voi.id

Terkait