Polda Jawa Barat mulai menyusun ulang alur dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR dengan fokus pada empat lokasi berbeda. Langkah ini diambil untuk memastikan rangkaian peristiwa yang diduga melibatkan tersangka Taufik Hidayat bisa terbaca utuh sebelum masuk ke rekonstruksi resmi.
Pra-rekonstruksi itu tidak berhenti di satu titik saja karena penyidik menilai setiap lokasi menyimpan bagian penting dari peristiwa. Pemeriksaan awal juga dilakukan untuk mencocokkan keterangan korban dan saksi, sekaligus menelusuri barang bukti yang sudah dikumpulkan.
Empat TKP Sudah Dicek Lebih Dulu
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan penyidik telah lebih dulu melakukan “check sound” di empat tempat kejadian perkara. Menurut dia, langkah itu diperlukan agar pra-rekonstruksi berjalan dengan dasar yang lebih rapi dan tidak ada bagian cerita yang terputus.
Hendra menyampaikan bahwa salah satu lokasi sudah sempat dijadikan titik pra-rekonstruksi sebelumnya. Namun karena kasus ini berkaitan dengan empat TKP, pendalaman tetap dilanjutkan agar setiap lokasi bisa dipetakan sesuai peran dan urutan kejadiannya.
| Fokus Pendalaman | Keterangan | Tujuan |
|---|---|---|
| Empat TKP | Sudah diperiksa lebih dulu oleh penyidik | Menyusun ulang rangkaian peristiwa secara utuh |
| Keterangan saksi dan korban | Dicocokkan dalam pemeriksaan awal | Memastikan alur kejadian selaras dengan hasil penyidikan |
| Barang bukti | Ditelusuri dan diselaraskan dengan temuan lain | Memperkuat hasil pendalaman sebelum rekonstruksi resmi |
Alur Kejadian Disusun Lebih Detail
Dengan persebaran lokasi yang berbeda, penyidik berupaya menata urutan kejadian secara lebih rinci. Setiap titik diperiksa agar keterangan para pihak saling menguatkan dan memberi gambaran yang lebih jelas tentang dugaan penyekapan serta penganiayaan yang dialami YTR.
Pra-rekonstruksi menjadi bagian penting untuk menguji kembali hasil penyidikan yang sudah terkumpul. Proses ini juga membantu memastikan kesimpulan awal tidak hanya bertumpu pada satu sumber keterangan.
Hendra menyampaikan penjelasan itu melalui tayangan Metro Siang, Metro TV. Ia menegaskan bahwa pra-rekonstruksi memang harus disusun rapi sebelum seluruh pihak terkait dilibatkan dalam rekonstruksi resmi.
