Plank Setiap Hari Ternyata Bukan Cuma Soal Perut, Ini Efeknya ke Postur dan Punggung

Plank sering dipandang sebagai latihan sederhana yang hanya membakar tenaga di area perut. Padahal, jika dilakukan rutin setiap hari, gerakan ini bisa memberi dampak yang jauh lebih luas pada kekuatan tubuh, stabilitas, dan postur.

Latihan menahan posisi ini melibatkan banyak kelompok otot sekaligus, mulai dari bahu hingga kaki. Karena itu, plank dikenal sebagai salah satu latihan beban tubuh yang efektif untuk memperkuat otot inti atau core muscles.

Otot yang bekerja jauh lebih banyak

Plank tidak hanya mengaktifkan perut, tetapi juga bahu, lengan, bokong, dan paha depan atau quadriceps. Saat tubuh ditahan dalam posisi netral, otot inti ikut bekerja sebagai penstabil utama.

Otot bokong dan paha depan membantu menjaga kestabilan panggul dan lutut. Ashley Dean, pelatih pribadi dan pendiri pelatihan kebugaran, menyebut plank efektif untuk melatih otot inti yang bertugas menjaga keseimbangan dan postur tubuh.

Postur tubuh lebih mudah dijaga

Manfaat plank juga terasa pada postur, terutama bagi orang yang sering duduk lama atau terbiasa membungkuk saat beraktivitas. Otot inti yang lebih kuat membantu menopang tulang belakang dengan lebih baik.

Journal of Physical Therapy Science menyebut otot inti berperan menjaga tubuh tetap tegak. Jika otot-otot ini kuat, tubuh akan lebih mudah mempertahankan posisi yang benar saat berdiri maupun bergerak.

Punggung bawah ikut terbantu

Otot inti yang lemah membuat beban tubuh lebih banyak dipikul oleh otot di sekitarnya. Kondisi ini kerap memicu nyeri punggung, terutama pada bagian bawah.

Postur yang kurang baik juga dapat memberi tekanan berlebih pada otot dan sendi di area punggung. Dengan plank rutin, dukungan dari otot inti menjadi lebih optimal sehingga beban pada punggung bawah bisa berkurang.

Risiko cedera bisa ditekan

Otot inti yang kuat membantu tubuh bergerak lebih efisien. Menurut Journal of Athletic Training, otot ini berperan menyalurkan dan mendistribusikan gaya ke berbagai bagian tubuh dengan lebih baik.

Ketika beban terbagi secara lebih stabil, tekanan berlebih tidak mudah berpindah ke otot dan sendi di sekitarnya. Sebaliknya, jika otot inti lemah, risiko cedera meningkat, terutama di area pinggul, paha belakang, dan paha bagian dalam.

Fleksibilitas ikut terdorong

Plank memang bukan latihan peregangan, tetapi gerakan ini tetap memberi efek pada fleksibilitas. Ashley Dean menjelaskan bahwa plank dapat memanjangkan dan meregangkan hamstring di belakang paha yang sering terasa kaku.

Plank juga membantu meregangkan lengkungan dan telapak kaki. Sementara itu, plank samping dapat memberi peregangan pada otot oblique di sisi perut, yang ikut mendukung gerakan memutar tubuh.

Gabungan efek ini membuat tubuh terasa lebih leluasa saat bergerak. Karena itu, plank tidak hanya bermanfaat untuk kekuatan, tetapi juga untuk menjaga mobilitas harian tetap nyaman.

Source: www.beautynesia.id

Terkait