Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada April 2026. Penyaluran ini masuk tahap kedua yang dijadwalkan berlangsung sampai Juni, sehingga masyarakat bisa mulai memeriksa status penerimaannya sejak periode berjalan.
Pengecekan status bansos kini dapat dilakukan secara online tanpa harus datang ke kantor dinas terkait. Warga cukup memakai NIK melalui laman resmi Kementerian Sosial atau aplikasi Cek Bansos yang tersedia di ponsel.
Cara cek penerima PKH dan BPNT lewat laman resmi
Lama cek bansos milik Kemensos menjadi jalur tercepat untuk melihat status bantuan. Situs ini tersedia di cekbansos.kemensos.go.id dan menampilkan data langsung dari sistem resmi pemerintah.
Pemeriksaan bisa dilakukan melalui peramban di ponsel maupun komputer. Langkahnya sederhana dan tidak memerlukan data yang rumit untuk dimasukkan.
- Buka laman cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan atau NIK 16 digit.
- Isi kode captcha sesuai tampilan layar.
- Tekan tombol “Cari Data”.
Setelah proses selesai, sistem akan menampilkan hasil pencarian sesuai data yang tersimpan. Jika terdaftar, informasi jenis bantuan dan perkembangan pencairan akan muncul di layar.
Pengecekan juga bisa lewat aplikasi Cek Bansos
Selain melalui situs web, Kemensos menyediakan aplikasi Cek Bansos di Play Store dan App Store. Aplikasi ini memberi akses yang lebih personal karena pengguna perlu membuat akun sebelum menggunakan fitur pengecekan.
Setelah login, pilih menu “Cek Bansos” lalu masukkan data wilayah dan nama sesuai KTP. Jika data cocok dengan yang tersimpan di sistem, aplikasi akan menampilkan informasi penerimaan bantuan yang tersedia.
Aplikasi tersebut juga memuat fitur usul dan sanggah. Fitur ini memungkinkan warga mengusulkan diri sendiri atau orang lain yang dinilai layak menerima bantuan tetapi belum tercatat dalam data sistem.
Siapa yang berhak masuk daftar penerima
PKH dan BPNT ditujukan untuk keluarga penerima manfaat yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. Kelompok prioritas umumnya berada pada desil 1 sampai 4, yaitu sekitar 40 persen penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Data penerima tidak bersifat permanen karena bisa berubah mengikuti pembaruan rutin. Karena itu, pengecekan status perlu dilakukan secara berkala agar informasi yang diterima tetap sesuai dengan data terbaru.
Mengapa hasil cek bisa berbeda di tiap daerah
Jadwal pencairan PKH dan BPNT tidak selalu serentak di semua wilayah. Perbedaan waktu pencairan biasanya dipengaruhi oleh proses administrasi di daerah masing-masing dan kebijakan bank penyalur.
Artinya, status yang sudah muncul di sistem tidak selalu berarti dana langsung cair pada hari yang sama. Pemeriksaan berkala tetap dibutuhkan untuk memantau perkembangan pencairan dan memastikan apakah status bantuan sudah berubah.
Hal yang perlu dijaga agar data tetap valid
Agar peluang terdaftar tetap terjaga, data pada KTP dan Kartu Keluarga perlu sesuai dan masih aktif. Data keluarga juga sebaiknya sudah diusulkan masuk ke DTSEN melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat.
Verifikasi ulang dilakukan secara rutin untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Dalam proses ini, pembaruan data menjadi bagian penting agar penerima bansos tetap sesuai dengan kondisi sosial ekonomi yang tercatat dalam sistem resmi Kemensos.







