Program Indonesia Pintar atau PIP kembali dicairkan untuk siswa kurang mampu pada 2026. Bantuan ini disiapkan agar peserta didik tetap bisa bersekolah tanpa terlalu terbebani biaya kebutuhan belajar sehari-hari.
Besaran dana yang diterima tidak sama di tiap jenjang, karena pemerintah menerapkan skema reguler tahunan serta nominal khusus untuk siswa baru dan siswa di kelas akhir. Perbedaan ini penting diketahui orang tua agar lebih mudah memperkirakan bantuan yang akan masuk.
Nominal bantuan per jenjang
Untuk jenjang TK, bantuan reguler tercatat Rp450.000 dan siswa baru atau kelas akhir juga menerima Rp450.000. Pada SD, SDLB, dan Paket A, bantuan reguler sebesar Rp450.000, sedangkan siswa baru atau kelas akhir mendapat Rp225.000.
Di tingkat SMP, SMPLB, dan Paket B, bantuan reguler mencapai Rp750.000. Adapun siswa baru atau kelas akhir pada jenjang ini menerima Rp375.000.
Sementara itu, untuk SMA, SMK, SMALB, dan Paket C, bantuan reguler ditetapkan Rp1.800.000. Siswa baru atau kelas akhir di jenjang tersebut menerima Rp900.000.
| Jenjang | Bantuan reguler | Siswa baru/kelas akhir |
|---|---|---|
| TK | Rp450.000 | Rp450.000 |
| SD, SDLB, Paket A | Rp450.000 | Rp225.000 |
| SMP, SMPLB, Paket B | Rp750.000 | Rp375.000 |
| SMA, SMK, SMALB, Paket C | Rp1.800.000 | Rp900.000 |
Disalurkan lewat bank resmi
Dana PIP disalurkan langsung melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah, yaitu BRI, BNI, dan BSI. Jalur ini menjadi mekanisme utama agar bantuan diterima peserta didik secara resmi melalui sistem perbankan yang terhubung dengan data kepesertaan.
Cara mengecek status penerima
Siswa dan orang tua dapat memeriksa status penerima secara mandiri lewat laman SIPINTAR. Setelah membuka peramban dan masuk ke halaman utama, pengguna memilih menu pencarian penerima bantuan.
Langkah berikutnya adalah mengisi NISN dan NIK dengan benar, lalu memasukkan kode validasi yang muncul di layar. Setelah itu, pengguna menekan tombol pencarian untuk melihat data kepesertaan dan informasi pencairan.
Bagi keluarga kurang mampu, dana PIP tetap menjadi penopang penting agar anak tidak putus sekolah. Bantuan ini juga membantu meringankan biaya pendidikan yang biasanya muncul dari kebutuhan rutin di luar iuran sekolah.







