Pindad ternyata tidak berhenti di Maung. Perusahaan pelat merah ini juga masuk ke kendaraan komersial lewat Electric Pedicab, becak listrik yang memadukan bentuk becak konvensional dengan motor listrik.
Yang membuatnya menonjol bukan hanya konsepnya, tetapi juga tujuan penggunaannya. Produk ini disebut dibuat atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memodernisasi kendaraan komersial sekaligus mendorong ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Fitur yang dibawa jauh dari becak biasa
Electric Pedicab tetap mengusung cara kerja becak tradisional, yaitu dikayuh pengemudi seperti sepeda. Namun Pindad menambahkan sejumlah perlengkapan modern agar kendaraan ini lebih mudah dipakai dalam aktivitas harian.
Fitur yang sudah tersedia meliputi digital speedometer, tuas rem di setang, lampu sein, lampu depan, lampu belakang, dan rem cakram. Kehadiran perlengkapan itu membuat becak listrik ini terasa lebih dekat dengan kendaraan modern dibandingkan becak konvensional.
Lebih nyaman untuk penumpang dan pengemudi
Di sisi operasional, Pindad juga membekali becak listrik ini dengan pedal kayuh, charging port, jok penumpang, serta cover pelindung agar penumpang tidak terkena hujan. Ada pula suspensi dan electric pedal assist untuk memberi dorongan tenaga ekstra kepada pengemudi.
Dari sisi kemampuan angkut, Electric Pedicab diklaim bisa membawa beban maksimal 210 kg, termasuk sopir. Untuk bantuan listriknya, akselerasi kendaraan ini disebut mencapai 15 km per jam.
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Penggerak | Motor listrik |
| Kontrol | Pedal kayuh, electric pedal assist |
| Perlengkapan keselamatan | Tuas rem di setang, lampu sein, lampu depan, lampu belakang, rem cakram |
| Kenyamanan | Jok penumpang, cover pelindung, suspensi |
| Kapasitas beban | 210 kg termasuk sopir |
| Akselerasi bantuan listrik | 15 km per jam |
Sudah diproduksi dan dibagikan
Electric Pedicab bukan lagi sebatas konsep. Beberapa unitnya sudah diberikan sebagai bantuan oleh presiden kepada masyarakat, dan penyalurannya disebut dilakukan ke wilayah Gresik dan Madiun pada Februari 2026.
Secara total, sudah ada 7.100 becak listrik buatan Pindad yang dibagikan di Pulau Jawa. Jumlah itu menunjukkan bahwa langkah elektrifikasi Pindad sudah masuk ke pemanfaatan di lapangan, bukan hanya berhenti di tahap pengembangan.
Kehadiran Electric Pedicab juga memperlihatkan perluasan peran Pindad di luar industri pertahanan. Di saat perhatian publik sering tertuju pada Maung, perusahaan ini kini ikut mendorong kendaraan komersial yang lebih dekat dengan kebutuhan harian masyarakat.
Source: www.cnnindonesia.com






