Marion Jola hingga Betrand Peto Satu Panggung, Pesta Timuran Jaksel Andalkan Kolaborasi Timur

Author: Cung Media

Pesta Timuran Jaksel datang dengan janji yang berbeda dari festival musik kebanyakan. Gelaran perdananya tidak sekadar mengumpulkan nama besar, tetapi menata pertemuan lintas generasi, lintas genre, dan lintas daerah dalam satu panggung.

Nama-nama seperti Marion Jola, Barry Likumahuwa, hingga Betrand Peto sudah diumumkan sebagai bagian dari lebih dari 20 musisi dan kreator yang akan tampil. Format itu membuat festival ini menonjol lewat kolaborasi yang disiapkan khusus, bukan hanya deretan penampil yang berdiri sendiri.

Kolaborasi jadi identitas utama festival

CEO Nadi Creative sekaligus Founder Pesta Timuran Jaksel, Robby Neo, menyebut acara ini dirancang untuk mempertemukan banyak musisi dalam format kolaboratif. Menurut dia, kekuatan utama festival ada pada momen ketika artis dari latar berbeda bertemu di satu ruang pertunjukan.

Deretan penampil yang diumumkan mencakup Toton Caribo, Marion Jola, Novia Bachmid, Teddy Adhitya, Barry Likumahuwa, Nowela, Fresly Nikijuluw, Justy Aldrin, Vicky Salamor, Wizz Baker, Jacson Zeran, Wita Sofi, Miguell Kaidel, Teamuran, Jerry Likumahuwa, hingga Moluccansoul. Kehadiran nama-nama itu memperlihatkan komposisi yang sengaja dibuat beragam agar warna musik Indonesia Timur terasa luas.

Neo juga menjelaskan bahwa festival ini akan mempertemukan artis baru dari ajang Indonesian Idol dengan musisi timur yang lebih senior. Di saat yang sama, kolaborasi bersama artis Papua juga disiapkan untuk hadir dalam satu panggung.

Enam special show disusun eksklusif

Selain penampil utama, Pesta Timuran Jaksel menyiapkan enam special show yang hanya bisa disaksikan di gelaran ini. Program tersebut terdiri dari Dendang Minang Timuran, Timur Jazz Rock, Suara Timur, Pesta Timuran, Lagu Timur Session, dan Bagoyang.

Setiap special show dirancang dengan pendekatan yang berbeda agar perkembangan musik Indonesia Timur saat ini bisa terlihat lebih jelas. Format ini membuat festival tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga etalase kreatif yang menonjolkan identitas kawasan timur.

Panggung dibuat lebih dekat dengan penonton

Konsep panggung juga menjadi pembeda lain dari acara ini. Neo mengatakan pihaknya akan menghadirkan island stage di tengah area pertunjukan supaya para musisi bisa tampil lebih dekat dengan penonton.

Dengan satu panggung utama dan island stage di tengah, interaksi antara penampil dan penonton ditargetkan terasa lebih intens. Pengalaman menonton menjadi salah satu fokus utama yang ingin dihadirkan penyelenggara sepanjang festival berlangsung dari siang hingga malam.

Musik, budaya, dan kuliner dalam satu area

Festival ini tidak berhenti pada pertunjukan musik. Pesta Timuran Jaksel juga menyiapkan program pendukung yang memberi nuansa budaya dan komunitas urban agar pengalaman pengunjung terasa lebih lengkap.

Bagi pencinta kuliner, area Rica-Rica Garden akan menghadirkan makanan khas Indonesia Timur. Pilihannya mencakup sirih pinang hingga papeda kuah kuning yang dikenal sebagai bagian dari identitas kuliner kawasan timur.

Pesta Timuran Jaksel akan digelar di CIBIS Park, Jakarta Selatan, dan informasi lebih lanjut serta pembelian tiket tersedia melalui pestatimuran.com. Festival ini diposisikan sebagai perayaan musik yang mempertemukan nama-nama populer dan musisi lintas daerah dalam satu ruang pertunjukan yang dikemas khusus.

Source: www.medcom.id
Terbaru