Persija Jakarta mulai bergerak cepat menyusun ulang sektor penjaga gawang untuk musim depan. Di tengah evaluasi internal itu, nama kiper Timnas Indonesia, Muhammad Riyandi, muncul sebagai salah satu target yang paling serius dipantau Macan Kemayoran.
Fokus Persija ke posisi kiper menunjukkan bahwa klub menilai area ini sebagai kebutuhan mendesak. Situasi tersebut lahir dari penilaian terhadap tiga penjaga gawang yang sudah ada, tetapi belum sepenuhnya memberi kepastian untuk jangka panjang.
Evaluasi di bawah mistar
Persija saat ini memiliki tiga opsi di bawah mistar, yaitu Cyrus Margono, Andritany Ardhiyasa, dan Carlos Eduardo. Namun, masing-masing masih menyisakan pertanyaan yang membuat klub perlu mempertimbangkan langkah baru.
Carlos Eduardo belum memiliki nasib yang benar-benar jelas. Andritany sudah tidak muda lagi, sementara Cyrus Margono masih dinilai belum tampil sesuai harapan meski tetap punya ruang berkembang.
Kondisi itu membuat pencarian kiper baru terlihat logis bagi Persija. Dalam situasi seperti ini, pemain berpengalaman dengan status tim nasional biasanya langsung masuk daftar pantauan.
Riyandi masuk radar transfer
Muhammad Riyandi kini membela Persis Solo dan menjadi andalan di bawah mistar klub tersebut. Namanya disebut masuk radar transfer Persija untuk musim 2026/2027 melalui unggahan akun Instagram @fabrizioasia_.
Dalam unggahan itu disebutkan, “Kiper utama Persis Solo, Muhammad Riyandi, santer dikabarkan masuk radar transfer Persija Jakarta untuk musim 2026/2027.” Rumor itu juga dikaitkan dengan sinyal perombakan besar-besaran di tubuh Macan Kemayoran.
Peluang Persija untuk mendekati Riyandi disebut cukup terbuka. Kontrak kiper berusia 26 tahun itu bersama Persis Solo berakhir pada 31 Mei 2026, sehingga situasi tersebut bisa memudahkan negosiasi jika kedua pihak sama-sama tertarik.
Rekam jejak yang membuatnya menarik
Riyandi tampil menonjol bersama Persis Solo pada musim ini. Ia mencatat 23 penampilan, tiga clean sheet, dan 83 penyelamatan, angka yang menunjukkan peran besarnya dalam menjaga lini belakang tim.
Ia juga sudah menjadi figur penting sejak bergabung pada musim 2022/2023. Konsistensi itu membuat namanya tetap relevan ketika klub lain mulai membaca peluang di bursa transfer.
Ada faktor lain yang bisa membuat kans perpindahannya semakin besar. Jika Persis Solo gagal bertahan di kasta tertinggi musim ini, peluang Riyandi untuk membuka lembaran baru bisa ikut terbuka lebih lebar.
Bagi Persija, situasi tersebut dapat menjadi jalan untuk menambah kualitas di sektor yang sedang dievaluasi. Kehadiran kiper berlabel Timnas Indonesia juga sejalan dengan kebutuhan klub untuk membangun ulang lini terakhir secara lebih kuat dan lebih pasti.
Source: www.suara.com






