Persebaya Surabaya bersiap menghidupkan lagi ritme latihan tim pada awal Juli. Agenda itu disusun sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Presiden 2026 sekaligus menyambut kompetisi super league musim 2026-2027.
Manajemen tidak ingin persiapan hanya berhenti pada turnamen pramusim. Fokusnya juga diarahkan ke kebutuhan tim di liga, karena evaluasi dan penyesuaian disebut tetap harus berjalan dari satu musim ke musim berikutnya.
Jadwal berkumpul masih dibahas
Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, mengatakan jadwal pasti berkumpulnya tim masih akan dibicarakan lebih lanjut bersama pelatih Bernardo Tavares. Komunikasi itu diperlukan agar seluruh agenda pramusim bisa selaras dengan kebutuhan tim di kompetisi resmi.
“Kita insyaallah akan berkumpul di awal Juli. Tapi nanti kita komunikasi lagi dengan pelatih, karena kan ada agenda-agenda yang kita harus segera pastikan terkait kompetisi, tidak hanya di pra musimnya, tapi juga di liganya nanti,” kata Candra.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Persebaya memilih menata ulang persiapan dengan lebih hati-hati. Klub ingin memastikan kalender latihan, uji coba, dan kebutuhan skuad tidak berjalan sendiri-sendiri.
Target musim baru ikut dinaikkan
Persebaya disebut menatap musim ini dengan target yang lebih besar dibanding musim kompetisi 2025-2026. Karena itu, pembahasan internal sudah dilakukan sejak sebelum kompetisi musim lalu berakhir.
Diskusi itu mencakup banyak sektor, mulai dari kebutuhan rekrutmen pemain hingga dukungan fasilitas medis tim. Candra menilai semua bagian harus diperbaiki agar ambisi klub bisa berjalan seiring dengan target yang dipasang.
“Memang seiring dengan cita-cita kita dan target kita yang lebih besar tahun ini, semuanya kita perbaiki,” ucapnya.
Uji coba juga sedang dijajaki
Selain latihan perdana, Persebaya menyiapkan pertandingan uji coba sebelum kompetisi bergulir pada September mendatang. Calon lawan yang akan dihadapi masih dalam tahap penjajakan oleh manajemen.
Opsi lawan yang dibuka tidak terbatas pada tim dari Super League atau Championship. Persebaya juga mempertimbangkan menghadapi tim dari luar negeri agar variasi persiapan lebih beragam menjelang musim baru.
Langkah ini menunjukkan bahwa Persebaya tidak sekadar mengejar kebugaran dasar pemain. Klub juga ingin menguji kesiapan tim lewat lawan yang berbeda karakter sebelum memasuki periode kompetitif yang sebenarnya.
