
Konflik rumah tangga Clara Shinta dan suaminya, Muhammad Alexander Assad, kini berdampak langsung pada kondisi mental selebgram itu. Clara mengungkap dirinya sedang menjalani pengobatan rutin dari psikiater agar tetap stabil di tengah proses perceraian yang masih berjalan.
Saat ditemui usai menyambangi Kantor Komnas Perempuan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Clara tampak lebih tenang dari sebelumnya. Ia menyebut ketenangan itu datang dari obat yang sudah diminumnya secara rutin selama dua minggu terakhir.
Clara mengatakan pengobatan tersebut sangat membantunya saat harus berbicara di depan media. Ia menegaskan tanpa bantuan itu, dirinya belum tentu kuat menghadapi situasi yang sedang ia jalani.
“Saya lagi dalam pengobatan rutin, sudah dua Minggu ini minum obat dari psikiater. Alhamdulillah, karena rutin minum obat, saya jadi kuat dan lebih tenang saat harus bicara di depan publik,” ujar Clara Shinta kepada awak media.
Ia juga mengakui persoalan rumah tangga ini tidak hanya memengaruhi sisi hukum, tetapi juga emosinya. Karena itu, Clara memilih fokus pada pemulihan diri sambil tetap mengikuti proses hukum yang sedang berlangsung.
Jarak dengan suami dijaga agar konflik tidak berulang
Selain menjalani perawatan, Clara mengambil langkah tegas dengan memutus komunikasi langsung bersama Muhammad Alexander Assad. Keduanya juga disebut sudah tidak lagi tinggal serumah.
Clara menilai jarak itu penting untuk mencegah pertikaian yang terus berulang. Semua urusan mendesak kini disampaikan melalui kuasa hukum masing-masing agar situasi tetap terkendali.
“Sudah tidak serumah lagi. Kalau komunikasi masih melalui Pak Sunan (kuasa hukum). Biar lebih stabil sih. Soalnya kalau kita komunikasi langsung, takutnya malah jadi cekcok dan permasalahannya bakal muter-muter di situ terus, saling menyalahkan,” katanya.
Clara bahkan menyebut hubungan mereka kini sangat dingin. Untuk sekadar sapaan singkat pun, komunikasi personal sudah tidak lagi dilakukan demi menjaga kestabilan emosinya.
Awal keretakan dari dugaan VCS di Bangkok
Masalah rumah tangga itu mencuat setelah Clara memergoki Alexander Assad melakukan VCS dengan perempuan lain bernama Tri Indah Ramadhani. Peristiwa tersebut disebut terjadi saat mereka sedang berlibur di Bangkok pada 8 April 2026.
Temuan itu menjadi pemicu utama keretakan rumah tangga mereka. Setelah kejadian tersebut, Clara memutuskan membawa persoalan itu ke jalur hukum dan mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Di tengah proses yang masih berjalan, Clara memilih membatasi interaksi langsung dengan suaminya. Langkah itu diambil agar masalah tidak melebar menjadi konflik emosional yang lebih dalam.
Clara kini menempatkan pemulihan diri sebagai prioritas sambil menjalani proses perceraian. Ia juga terus bergerak lewat jalur resmi agar persoalan rumah tangga yang sempat mencuat ke publik tidak semakin rumit.
Source: www.suara.com




