Perang Iran Bikin Kilang Asia Berebut Upper Zakum, Premi Tembus US$20 Per Barel

Perang yang melibatkan Iran membuat kilang-kilang minyak di Asia bergerak agresif untuk mengamankan pasokan Upper Zakum dari Uni Emirat Arab. Mereka rela membayar premi di atas harga jual resmi karena minyak medium-sour makin sulit dicari di tengah gangguan pengiriman energi dari Timur Tengah.

Sejumlah pedagang yang tidak disebutkan namanya menyebut beberapa pembeli jangka panjang sudah mengambil kargo dengan tambahan harga hingga US$20 per barel di atas harga jual resmi pada akhir bulan lalu. Tekanan serupa juga terlihat pada muatan bulan Mei, yang tetap laku dengan premi tinggi meski harga resmi sudah dinaikkan jauh lebih tinggi dibanding April.

Permintaan melonjak di tengah pasokan menipis

Upper Zakum kini diburu karena karakter minyaknya cocok untuk kilang yang memproses medium-sour. Jenis minyak ini bisa menghasilkan solar dan bahan bakar jet dalam jumlah besar, sehingga makin dicari ketika pasokan alternatif menyusut.

Abu Dhabi National Oil Co. atau Adnoc biasanya menyalurkan volume kepada pelanggan tetap sesuai harga resmi tanpa tambahan premi. Namun situasi pasar saat ini memaksa pelaku industri menyesuaikan kontrak agar mencerminkan risiko gangguan aliran minyak akibat perang.

Harga resmi ikut melonjak

Berdasarkan data harga resmi, Adnoc menetapkan nilai Upper Zakum untuk muatan April setara dengan minyak Murban di angka US$69,45 per barel. Untuk muatan Mei, harga jual resmi melonjak menjadi US$110,75 per barel seiring eskalasi konflik di Teluk Persia.

Kenaikan itu tidak langsung meredakan minat pembeli. Sebaliknya, beberapa kilang di Asia tetap mengejar kargo karena pilihan minyak medium-sour di pasar global makin terbatas.

Pasokan dipindah jauh dari Selat Hormuz

Volume minyak yang kini dipasarkan berasal dari fasilitas penyimpanan di dekat Fujairah, di luar Selat Hormuz. Pasokan itu sudah ditempatkan di sana sejak sebelum perang pecah pada akhir Februari untuk mengantisipasi hambatan logistik di jalur pelayaran utama.

Saat ini, muatan Upper Zakum tersedia di atas kapal tanker dan bisa dipindahkan lewat transfer kapal ke kapal di lepas pantai Fujairah. Ekspor melalui jalur pipa Fujairah tetap berjalan untuk jenis Murban, tetapi pengiriman jenis minyak lain yang harus melewati Selat Hormuz masih mengalami gangguan signifikan.

Asia menanggung biaya tambahan

Kondisi ini menunjukkan bagaimana konflik di kawasan langsung memengaruhi strategi pembelian kilang Asia. Mereka harus menanggung biaya ekstra demi menjaga pasokan bahan baku, terutama untuk kilang yang bergantung pada minyak dengan karakteristik medium-sour.

Hingga saat ini, Adnoc belum memberikan tanggapan resmi terkait dinamika pasar dan permintaan komentar atas penawaran premi tersebut. Di pasar yang makin ketat, Upper Zakum tetap menjadi salah satu kargo paling dicari karena ketersediaannya terbatas dan risikonya ikut naik bersama ketegangan di kawasan.

Terkait