Perak Antam Naik Ke Rp 51.400 Per Gram, Lonjakan Global Mengubah Arah Pasar

Author: Cung Media

Harga perak batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali bergerak menguat dan tercatat berada di level Rp 51.400 per gram pada Sabtu (18/4/2026). Kenaikan ini menambah pergerakan harga yang dalam beberapa hari terakhir terlihat cukup lincah dan sangat dipengaruhi sentimen dari pasar global.

Data di laman Logam Mulia menunjukkan harga tersebut naik Rp 1.300 dibandingkan hari sebelumnya. Sebelumnya, pada Jumat (17/4/2026), harga perak Antam sempat terkoreksi Rp 500 dari Rp 50.600 menjadi Rp 50.100 per gram.

Lonjakan di pasar global ikut tarik harga domestik

Penguatan harga perak di dalam negeri tidak lepas dari kenaikan tajam di pasar internasional. Pada perdagangan Jumat waktu Amerika Serikat, harga perak naik 3,15% dan menyentuh level US$ 80,8920 per ons troi.

Pelemahan dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang memberi dorongan tersebut. Saat dolar melemah, logam mulia seperti perak cenderung terlihat lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain, sehingga minat pasar bisa meningkat.

Sentimen risiko mereda di pasar

Selain faktor mata uang, pasar juga merespons meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Iran memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global ikut menurun.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyebut peluang pembicaraan lanjutan terkait konflik Iran dalam waktu dekat. Ia bahkan menyampaikan optimisme bahwa kesepakatan damai masih memungkinkan tercapai.

Perkembangan itu ikut menekan harga minyak dan membuat ekspektasi inflasi global mereda. Dalam situasi seperti ini, perak kerap mendapat dukungan karena investor membaca peluang tekanan inflasi yang lebih rendah dan ruang penurunan suku bunga yang lebih besar.

Perak kembali dilirik investor

Gabungan antara pelemahan dolar, meredanya risiko geopolitik, dan prospek inflasi yang lebih jinak membuat perak kembali menarik perhatian pasar. Kondisi tersebut kemudian tercermin pada harga domestik yang mengikuti arah penguatan global.

Di tengah pergerakan itu, harga perak Antam yang naik ke Rp 51.400 per gram menunjukkan bahwa komoditas ini masih sensitif terhadap perubahan eksternal. Pergerakannya juga menegaskan bahwa pasar logam mulia sedang berada pada fase yang dinamis, dengan sentimen global menjadi penentu utama arah harga.

Bagi pengamat pasar, perubahan harga perak dalam waktu singkat seperti ini menggambarkan betapa cepatnya respons pasar terhadap kombinasi faktor ekonomi dan geopolitik. Selama pengaruh dari dolar, inflasi, dan ketegangan kawasan tetap bergerak, harga perak berpeluang terus mengalami penyesuaian yang mengikuti perkembangan global.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru