Daihatsu mencatat kenaikan penjualan 27 persen pada Juni 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan itu membawa pangsa pasarnya ke level 17,1 persen ketika pasar otomotif nasional masih belum stabil sepanjang semester pertama.
Kendaraan niaga ringan menjadi penopang utama kinerja tersebut, terutama melalui Gran Max. Model ini menyumbang lebih dari separuh total penjualan Daihatsu, saat segmen mobil murah ramah lingkungan atau LCGC justru menghadapi tren penurunan.
Gran Max Menjadi Tulang Punggung Penjualan
Gran Max menyumbang 53 persen dari total penjualan Daihatsu hingga Juni. Kontribusi itu datang dari varian pickup, blind van, dan minibus yang masih dibutuhkan pelaku usaha serta pasar kendaraan angkut ringan.
Dominasi Gran Max memperlihatkan kuatnya permintaan kendaraan yang mengutamakan fungsi angkut. Posisi ini juga membantu Daihatsu mempertahankan status sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia hingga Juni.
| Model atau Segmen | Kontribusi Penjualan | Catatan |
|---|---|---|
| Gran Max | 53 persen | Kontributor terbesar melalui pickup, blind van, dan minibus |
| Sigra dan Ayla | 30 persen | Menopang volume di segmen LCGC |
| Terios | 10 persen | Berada di posisi kedua segmen LSUV |
Di kelas pickup, Gran Max masih bersaing ketat dengan Suzuki Carry dan Mitsubishi L300. Suzuki Carry pada waktu tertentu dapat membukukan penjualan lebih tinggi, sedangkan Mitsubishi L300 belum mampu mengejar dua pesaingnya tersebut.
Persaingan di kendaraan niaga ringan menjadi penting karena segmen ini menyumbang volume besar bagi Daihatsu. Gran Max pun berperan sebagai penyeimbang ketika kontribusi mobil penumpang berharga terjangkau tidak setinggi sebelumnya.
LCGC Masih Penting Meski Permintaannya Menurun
Di bawah Gran Max, Daihatsu Sigra dan Daihatsu Ayla memberi kontribusi sekitar 30 persen terhadap total penjualan merek tersebut. Angka itu menunjukkan LCGC tetap menjadi bagian penting dari struktur volume Daihatsu.
Namun, pasar mobil murah ramah lingkungan sudah menunjukkan penurunan sejak 2024. Kondisi itu membuat peran Sigra dan Ayla semakin strategis sebagai pilihan bagi konsumen yang masih mencari kendaraan konvensional dengan harga lebih terjangkau.
Sigra yang biasanya memimpin penjualan di kelas LCGC disebut telah digeser Toyota Calya sepanjang semester pertama. Sementara Ayla juga masih memiliki selisih penjualan yang cukup lebar dibandingkan Toyota Agya.
Perubahan tersebut mencerminkan persaingan yang makin ketat di kelas entry level. Meski demikian, duo Sigra dan Ayla tetap membantu Daihatsu menjaga basis pembeli di tengah pergeseran pilihan kendaraan yang semakin beragam.
Terios Menjaga Komposisi di Segmen SUV
Daihatsu Terios menyumbang sekitar 10 persen dari penjualan Daihatsu. Model ini menempati posisi kedua di segmen LSUV, di belakang Toyota Rush yang mencatat penjualan lebih tinggi.
Segmen LSUV menawarkan banyak pilihan bagi konsumen, sehingga keberadaan Terios penting dalam menjaga komposisi penjualan Daihatsu. Kontribusi SUV ini melengkapi kekuatan Daihatsu di kendaraan niaga dan mobil entry level.
Pada lini yang lebih ramah lingkungan, Daihatsu mengandalkan Rocky Hybrid di Indonesia. Pengirimannya baru dimulai beberapa bulan setelah peluncuran, sehingga hasil penjualannya masih lebih kecil dibandingkan Terios.
Daihatsu sebelumnya juga pernah menampilkan konsep kendaraan listrik berbasis Ayla untuk pasar Indonesia. Konsep tersebut belum diluncurkan, sementara persaingan mobil listrik murah di pasar nasional terus bertambah ramai.
Kombinasi Gran Max, Sigra-Ayla, dan Terios menjadi fondasi penjualan Daihatsu hingga Juni 2026. Kekuatan di tiga segmen berbeda itu membantu merek ini tetap menjaga posisi kedua di pasar nasional meski kondisi pasar belum sepenuhnya pulih.
