Suasana di Rumah Sakit Wilmington, Delaware, mendadak berubah kacau setelah penembakan di dalam gedung menewaskan satu orang dan melukai satu orang lainnya. Hingga kini, pelaku masih buron dan polisi menyebut seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk memburunya.
Insiden itu terjadi di fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi pasien, tenaga medis, dan keluarga. Setelah laporan masuk, aparat setempat segera mengamankan area, sementara rumah sakit sempat memberlakukan lockdown total sebelum pembatasan itu dicabut.
Kronologi Singkat di Lokasi
Penembakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 waktu setempat di Rumah Sakit Wilmington, yang berada sekitar 30 mil atau 48 kilometer di sebelah barat daya Philadelphia. Polisi Wilmington bergerak cepat ke lokasi, lalu mendapat dukungan dari sejumlah lembaga lain untuk memperluas pencarian.
Sejumlah agen federal, termasuk FBI, serta Kepolisian Negara Bagian Delaware ikut dikerahkan dalam operasi di lapangan. Kepala Kepolisian Wilmington, Wilfredo Campos, mengatakan tersangka masih bebas dan aparat terus mengumpulkan petunjuk dari lokasi kejadian.
Campos juga menyebut salah satu korban meninggal dunia akibat luka tembak. Identitas korban dan kondisi rinci korban yang terluka masih belum dipublikasikan karena penyelidikan masih berlangsung.
Kesaksian dari Dalam Rumah Sakit
Brian Pfeffer, seorang pemandu pasien, mengatakan dirinya berada di ruang gawat darurat saat mendengar suara keras dari lantai dasar gedung. Ia menggambarkan suara itu seperti petasan sebelum menyadari ada situasi berbahaya di dalam rumah sakit.
Pfeffer kemudian berlari keluar dari area darurat sebelum manajemen menutup seluruh akses bangunan. Ia mengaku terguncang karena peristiwa itu terjadi di tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi orang yang mencari pertolongan.
Respons Pejabat Setempat
Gubernur Delaware, Matt Meyer, menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. Ia mengatakan peristiwa itu terasa dekat secara pribadi karena istrinya bekerja sebagai tenaga medis dalam jaringan ChristianaCare, sistem kesehatan yang menaungi Rumah Sakit Wilmington.
Insiden ini menambah kekhawatiran soal keamanan di fasilitas kesehatan, terutama ketika kekerasan terjadi di ruang yang dipenuhi pasien dan tenaga medis. Polisi masih menahan detail identitas korban kedua dan terus memeriksa seluruh petunjuk untuk menemukan pelaku.
