Pawai Obor Tahun Baru Islam Masih Hidup, Tradisi Lama yang Terus Menyala di Banyak Daerah

Pawai obor masih menjadi salah satu cara paling kuat bagi umat Muslim di Indonesia untuk menyambut 1 Muharram. Di banyak daerah, tradisi ini tidak hanya menghadirkan suasana meriah, tetapi juga menegaskan makna hijrah, kebersamaan, dan harapan akan tahun baru yang lebih baik.

Di tengah malam, warga berjalan beriringan membawa obor, melantunkan selawat, lalu menyusuri kampung, komplek, atau jalan raya. Cahaya obor membuat perayaan Tahun Baru Islam terasa hangat sekaligus khidmat, sehingga tradisi ini tetap mudah dikenali dari generasi ke generasi.

Cahaya yang dipahami sebagai petunjuk

Obor dalam pawai ini tidak sekadar menjadi penerang jalan. Simbol cahaya dimaknai sebagai pengetahuan, petunjuk hidup, dan semangat untuk menjauhi kesesatan.

Karena itu, pawai obor kerap dikaitkan dengan pesan untuk mengenang hijrah Nabi Muhammad saw. Tradisi ini juga menekankan pentingnya perjuangan dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Tumbuh dari budaya lokal dan syiar keagamaan

Pawai obor dikenal sebagai tradisi turun-temurun yang juga kerap hadir saat menyambut Ramadan. Di Indonesia, peserta biasanya mengenakan pakaian Muslim sambil membawa obor menyala dan berjalan bersama dalam arak-arakan.

Selama pawai berlangsung, selawat dan pujian kepada Rasulullah saw sering dilantunkan, sementara rebana dan gendang ikut menambah semarak suasana. Di kalangan pesantren, tradisi ini tumbuh lebih awal sebelum kemudian menyebar menjadi bagian dari syiar keagamaan masyarakat Muslim di Nusantara.

Jejak lama yang terus bertahan

Secara historis, pawai obor 1 Muharram disebut telah dikenal sejak masa Kekhalifahan Umar bin Khattab pada abad ke-7, ketika kalender Hijriah mulai digunakan. Di Indonesia, akarnya juga dikaitkan dengan kebudayaan masyarakat Sunda di Jawa Barat dan mulai populer sebagai bentuk perayaan baru pada tahun 1940-an setelah kemerdekaan.

Kini, tradisi itu bertahan dalam bentuk yang lebih kreatif. Di sejumlah tempat, arak-arakan dilengkapi hiasan masjid atau Makkah, replika unta, hingga kostum Islami tanpa meninggalkan makna utamanya.

Masih kuat di berbagai daerah

Di Jakarta, pawai obor tetap menjadi tradisi tahunan yang dinantikan saat 1 Muharram. Warga dari berbagai usia berkumpul dan berjalan mengelilingi permukiman atau komplek, sehingga kebersamaan terasa menonjol.

Jawa Barat memiliki akar sejarah yang kuat dalam tradisi ini, termasuk di Pangandaran yang kerap memadukan pawai dengan kendaraan hias, pertunjukan seni tradisional, dan replika bangunan seperti masjid atau Ka’bah. Sementara itu, di Jawa Tengah, pawai obor populer pada malam 1 Suro dalam kalender Jawa dan menjadi bagian dari penyambutan Tahun Baru Islam.

DaerahKarakter Pawai
JakartaArak-arakan warga di permukiman atau komplek
Pangandaran, Jawa BaratKendaraan hias, seni tradisional, dan replika bangunan
Jawa TengahPawai malam 1 Suro yang terkait penyambutan Tahun Baru Islam
Banjarmasin, Kalimantan SelatanPawai di titik ramai seperti tepi Sungai Bilu, diikuti ribuan peserta
AcehSantri dayah, anak-anak, dan orang dewasa ikut melantunkan selawat dan takbir

Banjarmasin di Kalimantan Selatan juga rutin menggelar pawai obor, sering dipusatkan di titik keramaian seperti tepi Sungai Bilu. Kegiatan ini dapat diikuti ribuan peserta dari berbagai kelompok usia dan menjadi ajang berkumpul yang luas.

Di Aceh, pawai obor menjadi bagian penting dalam penyambutan Tahun Baru Islam. Anak-anak, santri dari dayah, hingga orang dewasa ikut berjalan sambil mengumandangkan selawat dan takbir, baik melalui inisiatif warga maupun fasilitas pemerintah daerah.

Lebih dari perayaan tahunan

Pawai obor terus dipertahankan karena membawa nilai sosial yang kuat. Tradisi ini mendorong silaturahmi, mempererat kebersamaan, dan mengajak masyarakat hidup rukun serta damai.

Di tengah perkembangan zaman, cahaya obor, suara selawat, dan langkah warga yang berjalan bersama membuat pawai ini tetap relevan sebagai perayaan religius yang mempersatukan. Tradisi lama itu masih menyala karena terus menemukan tempatnya di banyak daerah.

Source: www.beautynesia.id

Terkait