
Banyak orang masih menganggap cara memakai toner itu sederhana: cukup pilih kapas atau tangan. Padahal, menurut dokter, pilihan itu menentukan seberapa efektif toner bekerja di kulit.
dr. Giovanni Abraham Mustopo menjelaskan bahwa cara pakai toner tidak bisa disamaratakan. Kuncinya ada pada fungsi produk, apakah toner tersebut termasuk hydrating toner atau exfoliating toner.
Toner dan Tahap Penting Setelah Cuci Wajah
Toner dipakai setelah wajah dibersihkan dan sebelum serum atau pelembap. Posisi ini penting karena toner membantu mempersiapkan kulit agar produk skincare berikutnya bisa bekerja lebih optimal.
Pada pagi hari, toner membantu menyegarkan kulit setelah tidur semalaman. Produk ini juga membantu menghidrasi kulit dan mendukung penyerapan serum, pelembap, serta sunscreen.
Pada malam hari, toner berfungsi membantu mengangkat sisa kotoran, minyak, atau residu yang masih tertinggal setelah mencuci wajah. Kulit yang bersih dan terhidrasi akan lebih siap menerima rangkaian perawatan berikutnya.
Kapan Pakai Tangan, Kapan Pakai Kapas
Untuk hydrating toner, tangan bisa menjadi pilihan yang tepat. Toner jenis ini umumnya berbahan dasar air dan dirancang untuk mengembalikan kelembapan wajah setelah dibersihkan.
Cara pakainya cukup dituangkan ke tangan lalu ditepuk perlahan ke kulit. Metode ini dinilai praktis dan membantu mengurangi produk yang terbuang, sekaligus terasa lebih mudah meresap bagi banyak orang.
Sebaliknya, exfoliating toner sebaiknya digunakan dengan kapas. Jenis ini punya fungsi lebih kompleks, seperti membantu mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori, dan mencerahkan wajah.
Penggunaan kapas pada exfoliating toner dinilai lebih maksimal untuk menunjang fungsi tersebut. Karena itu, pilihan alat aplikasinya bukan soal mana yang paling benar secara umum, melainkan mana yang paling sesuai dengan formula produk.
Tidak Ada Satu Cara yang Selalu Paling Baik
Sebagian orang memilih kapas karena merasa bisa membantu mengangkat sisa kotoran yang mungkin masih menempel di kulit. Di sisi lain, banyak juga yang memilih tangan karena ingin meminimalkan pemborosan produk.
Panduan pemakaian ini sekaligus meluruskan anggapan bahwa satu metode selalu lebih baik dari yang lain. Setiap cara punya kelebihan dan pertimbangan masing-masing, tergantung kebutuhan kulit dan jenis toner yang digunakan.
Karena itu, membaca fungsi toner sebelum dipakai menjadi langkah penting. Jenis produk akan menentukan apakah toner lebih efektif ditepuk langsung ke wajah atau diaplikasikan memakai kapas.
Pagi dan Malam Sama-Sama Bisa
Tidak ada aturan bahwa toner hanya boleh dipakai pada pagi atau malam hari. Toner pada dasarnya bisa digunakan pada kedua waktu tersebut, selama kandungannya sesuai dengan kebutuhan kulit.
Untuk hydrating toner, produk ini umumnya aman digunakan dua kali sehari, pagi dan malam. Penggunaan rutin pada dua waktu ini ditujukan untuk menjaga kelembapan kulit setelah pembersihan.
Namun, aturan itu tidak berlaku sama untuk semua toner. Produk yang mengandung bahan eksfoliasi seperti AHA, BHA, atau bahan astringent perlu dipakai dengan frekuensi yang disesuaikan.
Penyesuaian ini penting agar kulit tidak mengalami iritasi atau over-exfoliation. Karena itu, exfoliating toner tidak sebaiknya disamakan dengan toner yang fokus pada hidrasi.
Perhatian Penting untuk Kulit Sensitif
Jika kulit terasa sensitif atau mudah teriritasi, perhatian pada kandungan toner menjadi semakin penting. Bukan hanya cara pakai, tetapi juga seberapa sering produk digunakan.
Pemakaian toner pada dasarnya bertujuan mendukung kondisi kulit sebelum menerima produk lain. Saat jenis toner dipahami dengan benar, manfaatnya bisa bekerja lebih tepat pada kulit.
Pada akhirnya, pilihan antara kapas atau tangan tidak ditentukan oleh kebiasaan semata. Yang paling penting adalah menyesuaikan metode aplikasi dengan fungsi toner, lalu memakainya di waktu yang tepat setelah mencuci wajah.
Source: www.suara.com




