Mitsubishi Motors bersiap menghidupkan kembali nama Pajero lewat SUV lintas medan serba baru bernama Pajero Cross Country. Debut dunia model ini dijadwalkan pada musim gugur 2026, setelah Pajero lama dihentikan penjualannya di pasar luar negeri sejak 2021.
Langkah ini langsung menarik perhatian karena Pajero bukan nama biasa di lini Mitsubishi. Setelah absen sekitar lima tahun, kembalinya model ini menandai upaya mengembalikan salah satu ikon off-road paling dikenal ke panggung global.
Warisan panjang yang sulit diabaikan
Pajero pertama kali meluncur pada 1982 sebagai kendaraan rekreasi. Sejak awal, model ini memadukan performa off-road khas 4WD sejati dengan kenyamanan mobil penumpang.
Kombinasi itu membuat Pajero cepat dikenal sebagai SUV yang tangguh di medan berat sekaligus tetap nyaman dipakai harian. Formula tersebut kemudian menjadi fondasi reputasinya selama beberapa dekade.
Dalam empat generasi, Pajero tumbuh menjadi salah satu SUV lintas alam paling ikonik dari Mitsubishi Motors. Penjualan global kumulatifnya telah melampaui 3,25 juta unit di lebih dari 170 negara dan wilayah.
Skala itu menunjukkan Pajero bukan model niche. Nama ini diterima luas di banyak pasar dan menjadi bagian penting dari identitas global Mitsubishi.
Pengaruh besar di Jepang dan lintasan balap
Di Jepang, Pajero punya pengaruh yang melampaui angka penjualan. Model ini disebut memimpin booming RV pada 1990 dan ikut mempopulerkan gaya hidup luar ruang serta rekreasi.
Dari pengaruh tersebut, Mitsubishi mengembangkan lini keluarga Pajero yang lebih luas. Seri itu mencakup Pajero Mini, Pajero Junior, dan Pajero iO untuk kebutuhan pasar yang berbeda.
Reputasi Pajero juga dibangun dari arena paling keras, yakni Reli Dakar. Model ini mulai berlaga pada 1983 dan kemudian mengumpulkan total 12 kemenangan.
Mitsubishi juga mencatat tujuh kemenangan beruntun di ajang itu. Catatan tersebut mempertegas posisi Pajero sebagai nama besar di dunia off-road, bukan hanya di ruang pamer.
Basis Triton, tetapi dikembangkan khusus
Untuk Pajero Cross Country, Mitsubishi menyiapkan fondasi yang berbeda dari generasi sebelumnya. SUV anyar ini akan dibangun di atas rangka sasis Triton yang disebut sangat kokoh.
Namun, Mitsubishi tidak sekadar memindahkan platform begitu saja. Pengembangan khusus dilakukan pada bagian kabin serta suspensi depan dan belakang.
Pendekatan itu memberi sinyal bahwa Pajero Cross Country akan menjaga dua karakter sekaligus. Model ini ditujukan memiliki kemampuan off-road yang sangat baik, tetapi tetap menghadirkan pengendaraan yang halus dan nyaman.
Arah tersebut sejalan dengan DNA Pajero sejak awal kemunculannya. Mitsubishi tampaknya ingin mempertahankan identitas SUV petualang sambil menyesuaikannya dengan tuntutan kenyamanan kendaraan modern.
Posisi penting dalam strategi Mitsubishi
Mitsubishi menyebut Pajero serba baru ini sebagai model unggulan baru. Posisi itu menunjukkan kendaraan ini akan memegang peran penting dalam strategi merek, bukan sekadar menambah jumlah model.
Pajero Cross Country juga digambarkan sebagai wujud semangat berpetualang dan tekad Mitsubishi Motors untuk menghadapi tantangan baru. Pernyataan itu menempatkan model ini sebagai simbol arah baru perusahaan di segmen SUV lintas medan.
Kehadirannya menjadi penting karena muncul setelah penjualan Pajero lama berakhir di pasar luar negeri. Momentum ini membuka peluang bagi Mitsubishi untuk mengisi kembali ruang yang sempat ditinggalkan nama Pajero.
Dengan warisan penjualan jutaan unit, sejarah sejak 1982, dan reputasi kuat di Reli Dakar, Pajero Cross Country membawa beban sekaligus peluang besar. Debut dunia pada musim gugur 2026 kini menjadi momen yang paling dinanti untuk melihat bagaimana Mitsubishi menerjemahkan legenda lama itu ke dalam SUV serba baru.
