Realisasi pendapatan asli daerah atau PAD Kabupaten Batang pada semester I 2026 sudah mencapai Rp108 miliar. Angka itu setara sekitar 45 persen dari target tahunan Rp240,69 miliar dan masih dianggap berada di jalur aman.
Di tengah capaian yang cukup baik itu, pemerintah daerah masih menyimpan pekerjaan rumah di dua sektor yang tertinggal. Pajak bumi dan bangunan baru terealisasi 22 persen, sedangkan opsen pajak kendaraan bermotor baru mencapai 39 persen.
Dua sektor yang paling perlu dikejar
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, menyebut masih ada enam bulan untuk menutup sisa target tahun ini. Ia menegaskan banyak komponen pajak daerah lain sudah menunjukkan kinerja baik dan bahkan melampaui realisasi 50 persen.
| Sektor PAD | Realisasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Total PAD semester I 2026 | Rp108 miliar | Setara sekitar 45 persen dari target Rp240,69 miliar |
| Pajak bumi dan bangunan | 22 persen | Masih tertinggal dan menjadi perhatian utama |
| Opsen pajak kendaraan bermotor | 39 persen | Masih di bawah separuh target |
BPHTB masih jadi penopang utama
Penerimaan yang paling bisa diandalkan sejauh ini datang dari bea perolehan hak atas tanah dan bangunan atau BPHTB. Dari sisi lain, sebagian besar jenis pajak daerah lainnya juga sudah bergerak impresif dan melewati separuh target realisasi.
Menurut Sri Purwaningsih, rendahnya capaian pajak bumi dan bangunan pada paruh pertama tidak sepenuhnya mengejutkan. Surat pemberitahuan pajak terutang atau SPPT untuk sektor perusahaan baru didistribusikan sekitar April hingga Mei 2026.
Kondisi itu ikut memengaruhi laju penerimaan pajak bumi dan bangunan pada awal tahun anggaran berjalan. Karena itu, Pemkab Batang kini menyiapkan langkah untuk mengejar selisih dari target PAD tahunan hingga akhir periode.
Fokus pemerintah daerah tetap diarahkan pada sektor-sektor yang belum bergerak optimal agar penerimaan bisa terus terdorong dalam enam bulan tersisa. Jika tren perbaikan berlanjut, ruang untuk menutup target PAD masih terbuka cukup lebar.
