Pacuan Kuda Sumba Barat Masuk Venue PON 2028, Keselamatan Joki Cilik Diperkuat

Pacuan kuda tradisional di Sumba Barat kini menghadapi tuntutan baru menjelang PON XXII 2028. Saat jumlah peserta terus membesar, keselamatan joki cilik didorong menjadi bagian utama dari pembenahan penyelenggaraan.

Konfederasi Nasional Pordasi telah menyerahkan body protector dan helm kepada empat kabupaten di Pulau Sumba. Perlengkapan itu diharapkan menjadi langkah awal agar para joki mendapat perlindungan lebih baik dalam kejuaraan mendatang.

Venue PON Membawa Tanggung Jawab Baru

Gelora Pada Eweta di Waikabubak telah ditetapkan sebagai salah satu venue PON XXII 2028 Nusa Tenggara Barat-Nusa Tenggara Timur. Status tersebut membuat kesiapan arena, kompetisi, dan perlindungan peserta menjadi perhatian penting bagi penyelenggara.

Ketua Harian Federasi Nasional Pordasi Pacu, Eddy Wijaya, menyebut penetapan itu disampaikan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. Menurut Eddy, capaian pacuan kuda di Sumba Barat dapat menjadi modal untuk mengembangkan daerah itu sebagai pusat olahraga berkuda nasional.

Besarnya kompetisi dinilai harus berjalan seiring dengan standar keselamatan yang lebih baik. Perlindungan bagi joki cilik menjadi isu yang menonjol karena mereka terlibat langsung dalam perlombaan pacuan kuda tradisional.

604 Kuda Berlaga di Pada Eweta

Perhatian terhadap perlengkapan keselamatan menguat setelah Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati Sumba Barat 2026 berakhir pada Sabtu, 18 Juli 2026. Ajang di Arena Pacu Kuda Pada Eweta, Waikabubak, itu diikuti 604 ekor kuda dari sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur.

Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia atau Leprid mencatat kejuaraan tersebut sebagai rekor dunia untuk lomba pacuan kuda dengan jumlah peserta terbanyak. Angka itu memperlihatkan tingginya minat masyarakat terhadap pacuan kuda tradisional Sumba.

Daerah AsalJumlah Kuda
Sumba Barat328
Sumba Timur135
Sumba Tengah67
Sumba Barat Daya59
Kota Kupang4
Kabupaten Ngada3
Timor Tengah Utara5

Sumba Barat menjadi kontingen dengan jumlah kuda terbanyak, yakni 328 ekor, disusul Sumba Timur dengan 135 ekor. Kehadiran peserta dari luar Pulau Sumba, termasuk Kota Kupang, Ngada, dan Timor Tengah Utara, menunjukkan jangkauan kompetisi yang semakin luas.

Kejuaraan Ditargetkan Menjadi Agenda Tahunan

Bupati Sumba Barat Yohanis Dade menyatakan pemerintah daerah berkomitmen menggelar Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati setiap tahun. Kualitas penyelenggaraan akan terus ditingkatkan agar kompetisi lebih aman, nyaman, dan menarik bagi wisatawan.

“Pemda Sumba Barat berkomitmen menyelenggarakan Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati setiap tahun dan penyelenggaraannya akan terus ditingkatkan agar semakin aman, nyaman, dan menarik wisatawan,” ujar Dade. Ia menilai kenaikan jumlah peserta dari tahun ke tahun membuktikan olahraga tradisional tersebut semakin diminati.

Penyelenggaraan PON XXII 2028 juga dipandang membuka peluang ekonomi bagi Sumba. Kehadiran atlet, ofisial, dan penonton berpotensi menggerakkan UMKM, perhotelan, kuliner, serta sektor pariwisata setempat.

Hasil Kejuaraan Pacu Kuda 2026

KelasJarakJuara
Pemula Mini600 meterPutri Kadongo Pollo
Pemula Satu600 meterDiamond Heart
Pemula Dua700 meterMini Kopda
Pemula Tiga800 meterRambu Wangga
E Mini800 meterKartika 18
D Mini800 meterNona Gwi
D800 meterNona Praimajangga
E Satu800 meterGadis Wetapal
E Dua1.000 meterMoana
C1.000 meterDapatoda
B1.200 meterGadis Pepuwatu
Terbuka1.200 meterScarlet
A1.400 meterMiracle Kopda
AA1.600 meterGadis Milla Ate
A Super2.000 meterSweet Road

Gadis Milla Ate milik Yosep Jano dari Sumba Barat menjadi juara kelas AA pada jarak 1.600 meter. Kelas A Super 2.000 meter dimenangi Sweet Road dari JW 23 Stable, Timor Tengah Utara.

Pembinaan pacuan kuda menuju PON akan menempatkan tradisi dan aspek perlindungan peserta dalam satu arah pengembangan. Dengan kompetisi yang kian besar, penggunaan perlengkapan keselamatan bagi joki cilik menjadi pijakan penting bagi masa depan olahraga khas Sumba ini.

Source: www.viva.co.id
Terkait