Orkun Kökçü tetap membawa rasa kecewa besar meski Türkiye menutup laga dengan kemenangan 3-2 atas Amerika Serikat. Hasil itu dianggap belum cukup karena tidak mengubah nasib tim di turnamen, dan sang gelandang meminta maaf kepada publik negaranya.
Selepas pertandingan, Kökçü menegaskan bahwa timnya pulang dengan perasaan berat. Ia menyebut hasil itu belum mampu memberi kebanggaan yang lebih jauh kepada negara, walau mereka berhasil meraih kemenangan di laga terakhir grup.
Permintaan maaf dari ruang ganti
Dalam pernyataannya, Kökçü mengakui kekecewaan yang dirasakan seluruh skuad. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Türkiye karena menurutnya, mereka tidak pantas menerima hasil yang berujung pada kegagalan melangkah lebih jauh.
“Öncelikle çok üzgünüz. Ülkemizden, vatandaşlarımızdan özür diliyoruz çünkü bunu hak etmediler,” kata Kökçü. Ucapan itu menegaskan bahwa kemenangan atas Amerika Serikat tidak cukup untuk menutupi target yang tak tercapai di ajang tersebut.
Fokus pada evaluasi dan masa depan
Kökçü mengatakan bahwa tujuan awal mereka adalah melangkah lebih jauh di turnamen, namun target itu gagal diwujudkan. Karena itu, ia menilai hal paling penting sekarang adalah melakukan evaluasi diri dan memikirkan cara tampil lebih baik ke depan.
Ia juga mengakui bahwa emosi sesaat setelah laga bisa membuat pilihan kata menjadi kurang tepat. Meski begitu, ia menekankan adanya sikap introspeksi dalam diri para pemain, termasuk dirinya sendiri.
Harapan untuk tampil lebih kuat lagi
Dalam bagian lain komentarnya, Kökçü berharap bisa kembali tampil di turnamen berikutnya bersama Türkiye. Ia ingin kesempatan itu menjadi momen untuk memperlihatkan tim yang lebih baik, lebih berkualitas, dan lebih sukses.
Gelandang itu menilai, satu-satunya cara mengubah kekecewaan ini adalah menjadikannya bahan bakar untuk bangkit. Karena itu, kemenangan atas Amerika Serikat lebih terasa sebagai akhir yang layak daripada penebus kegagalan yang sesungguhnya.
