Arsenal mendapat kabar yang melegakan sekaligus mengkhawatirkan dari kondisi William Saliba. Bek tengah Prancis itu tidak memerlukan operasi, tetapi cedera punggungnya tetap menuntut rehabilitasi panjang dan berpotensi membuatnya absen cukup lama.
Situasi ini menjadi pukulan bagi Arsenal menjelang musim baru karena Saliba merupakan salah satu fondasi penting di lini belakang. Klub belum mengumumkan kepastian durasi pemulihan, namun menegaskan sang pemain harus menepi dalam periode yang tidak singkat.
Rehabilitasi Jadi Jalan Pemulihan
Pemeriksaan lanjutan tim medis Arsenal menyimpulkan bahwa operasi bukan pilihan yang direkomendasikan untuk cedera Saliba. Klub akan memusatkan penanganan pada program rehabilitasi intensif dan pemantauan kondisi pemain secara berkelanjutan.
Dalam pernyataan resminya, Arsenal menyebut, “William akan segera memulai proses rehabilitasi, disertai penanganan cedera secara berkelanjutan. Ia diperkirakan harus menepi dari lapangan dalam jangka waktu yang cukup lama.”
Sejumlah laporan sebelumnya memperkirakan masa absennya dapat mencapai empat hingga lima bulan. Akan tetapi, angka tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari Arsenal dan perkembangan rehabilitasi akan menentukan kapan ia dapat kembali bermain.
Cedera Muncul di Momen Krusial Piala Dunia
Saliba mengalami masalah punggung saat membela Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Prancis kalah 0-2 dalam pertandingan tersebut, sedangkan Spanyol kemudian menuntaskan turnamen sebagai juara.
Cedera itu datang ketika Saliba sedang tampil konsisten bersama tim nasionalnya. Bek berusia 25 tahun tersebut menjadi pilihan utama Prancis sepanjang kompetisi sebelum kontribusinya terhenti pada fase yang sangat menentukan.
Menurut Liputan6.com, Saliba telah kembali ke London setelah menyelesaikan tugas internasionalnya. Arsenal kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan langkah pemulihan yang paling tepat bagi sang pemain.
Angka yang Menunjukkan Pentingnya Saliba
Absennya Saliba tidak hanya berarti Arsenal kehilangan satu bek tengah, melainkan juga pemain yang memberi stabilitas dalam duel dan antisipasi. Catatannya bersama Prancis di Piala Dunia memperlihatkan peran besarnya dalam menjaga pertahanan tetap rapat.
| Catatan Saliba di Piala Dunia 2026 | Jumlah |
|---|---|
| Penampilan sebagai starter | 6 pertandingan |
| Laga tanpa kebobolan | 4 pertandingan |
| Intersep | 6 kali |
| Sapuan bola | 24 kali |
| Kemenangan duel udara | 11 kali |
Saliba mencatatkan enam intersep dan 24 sapuan bola sepanjang turnamen, angka yang menempatkannya di posisi kedua untuk jumlah sapuan di skuad Prancis. Ia juga termasuk pemain Prancis dengan kemenangan duel udara terbanyak, yaitu 11 kali.
Enam penampilan sebagai starter turut menghasilkan empat laga tanpa kebobolan bagi Prancis. Data tersebut menjelaskan mengapa Arsenal perlu berhati-hati dalam mengelola pemulihan pemain yang sangat berpengaruh di area pertahanan ini.
Opsi Bek Baru Mulai Muncul
Di tengah ketidakpastian durasi absennya Saliba, Arsenal dikabarkan mempertimbangkan John Stones sebagai salah satu opsi pengganti. Mantan bek Manchester City itu berstatus bebas transfer setelah mengakhiri kebersamaan selama 10 tahun di Stadion Etihad.
Stones memiliki pengalaman internasional setelah tampil lima kali bersama Inggris di Piala Dunia 2026. Kehadirannya dapat memberi Arsenal tambahan opsi berpengalaman apabila klub memutuskan memperkuat sektor belakang selama Saliba menjalani rehabilitasi.
Untuk saat ini, prioritas Arsenal tetap mengembalikan kondisi Saliba ke level terbaiknya tanpa terburu-buru. Keputusan berikutnya di lini pertahanan akan bergantung pada kebutuhan tim selama proses pemulihan bek Prancis tersebut berjalan.
