
Omoda-Jaecoo baru saja mencatat pencapaian besar dengan menembus 1 juta mobil terjual di seluruh dunia hanya dalam tiga tahun. Capaian itu menempatkan merek di bawah Chery Group tersebut sebagai salah satu pemain dengan pertumbuhan paling cepat di industri otomotif global.
Kinerja itu bukan datang dari satu pasar saja, melainkan dari kombinasi ekspansi agresif, jaringan distribusi yang luas, dan strategi harga yang berani. Bahkan, Omoda-Jaecoo sudah menyiapkan target yang jauh lebih tinggi, yakni penjualan global 1 juta unit dalam setahun mulai 2027.
Ekspansi cepat jadi senjata utama
Dalam tiga tahun, Omoda-Jaecoo sudah masuk ke 69 pasar dunia. Sebaran itu mencakup 18 negara Uni Eropa, 15 pasar setir kanan, dan 36 pasar setir kiri.
Perluasan tersebut membuat merek ini tidak bergantung pada satu wilayah untuk mengejar volume. Di saat yang sama, mereka juga membangun 1.300 dealer di seluruh dunia, atau setara membuka satu showroom setiap hari sejak pertama berdiri.
Jaringan yang masif itu membantu produk cepat hadir di pasar dan mudah dijangkau konsumen. Fondasi distribusi seperti ini membuat penjualan bisa bergerak konsisten, bukan hanya mengandalkan peluncuran model baru atau promosi sesaat.
Laju pertumbuhannya juga terlihat dari performa bulanan yang terus naik. Sepanjang Maret 2026, penjualan bulanan Omoda dan Jaecoo disebut sudah melampaui 60.000 unit secara global.
Eropa jadi mesin pertumbuhan terbesar
Dari sisi wilayah, Eropa menjadi penyumbang terbesar bagi Omoda-Jaecoo. Kawasan ini menyumbang 41,5 persen dari total penjualan global mereka.
Pertumbuhan di Eropa juga sangat cepat. Pada Maret 2026, laju pertumbuhan tahunan Omoda-Jaecoo di kawasan itu mencapai 246 persen.
Inggris menjadi salah satu pasar paling menonjol karena merek ini sudah masuk enam besar dengan penguasaan pasar 4,7 persen. Di pasar lain, penjualannya juga kuat, dengan Spanyol dan Italia melampaui 3.000 unit per bulan serta Polandia berada di atas 2.000 unit per bulan.
Pencapaian di Eropa penting karena kawasan ini dikenal sangat kompetitif dan menuntut. Jika sebuah merek mampu tumbuh cepat di sana, reputasi globalnya ikut terdorong lebih kuat.
Harga agresif ikut mempercepat penerimaan pasar
Indonesia menjadi contoh lain dari resep pertumbuhan Omoda-Jaecoo. Di pasar ini, Jaecoo J5 EV tampil menonjol meski mereknya masih tergolong pendatang baru.
Pada kuartal pertama 2026, penjualan Jaecoo J5 EV tercatat konsisten. Januari mencapai 1.942 unit, Februari naik menjadi 2.926 unit, dan Maret berada di 2.775 unit.
Total penjualannya dalam tiga bulan pertama mencapai 7.643 unit. Angka itu tergolong besar untuk sebuah mobil listrik di pasar Indonesia yang masih terus berkembang dalam adopsi kendaraan listrik.
Jaecoo J5 EV juga menjadi mobil listrik terlaris nomor satu di Indonesia pada Maret dan April 2026. Salah satu pendorong utamanya adalah strategi harga yang agresif, karena saat diperkenalkan di Indonesia model ini dibanderol di bawah Rp 300 juta, bahkan untuk varian tertinggi.
Harga seperti itu membuat produk lebih mudah masuk ke pasar yang sensitif terhadap banderol. Saat dikombinasikan dengan tren kendaraan listrik yang terus tumbuh, hasilnya menjadi dorongan penjualan yang signifikan.
Target berikutnya sudah dipasang lebih tinggi
Setelah menembus 1 juta unit dalam tiga tahun, Omoda-Jaecoo belum menunjukkan tanda perlambatan. Pada ajang Beijing Autoshow, mereka menegaskan target penjualan global 1 juta unit dalam setahun pada 2027.
Target itu berarti lonjakan besar dari posisi sekarang. Jika rata-rata penjualan tahunan mereka masih berada di kisaran 300-an ribu unit, maka volume perlu dinaikkan sekitar tiga kali lipat.
Untuk menopang ambisi tersebut, pasar Indonesia juga masih akan terus digarap. Omoda-Jaecoo disebut akan membawa model-model baru di GIIAS 2026.
Merek ini juga menyiapkan pengenalan teknologi VPD atau Valet Parking Driver. Teknologi tersebut dikabarkan akan diperkenalkan di Indonesia tahun ini, menjadi tambahan amunisi di luar ekspansi pasar dan harga agresif yang selama ini menjadi andalan.
Source: oto.detik.com




