
Touring motor listrik jarak jauh kini tidak lagi sekadar wacana. Om Faiz membuktikannya dengan menempuh lebih dari 1.800 kilometer memakai Indomobil Tirano dan melintasi enam provinsi menuju acara Nusantara Day 2025 di Kare, Madiun, Jawa Timur.
Perjalanan ini menarik perhatian karena menjawab keraguan yang kerap muncul soal motor listrik untuk perjalanan antarkota. Dalam rute panjang itu, Tirano dipakai bersama Honda ADV 160 dan QJ Benda 250, sehingga performanya terlihat dalam kondisi touring sesungguhnya.
Charging jadi kunci perjalanan
Rombongan berangkat dari Balaraja, Tangerang, pada dini hari dan mulai bergerak sekitar pukul 02.30 WIB. Jalur yang dipilih adalah Pantura menuju Jawa Tengah lalu Jawa Timur, dengan pengisian daya dijadikan bagian penting dari ritme perjalanan.
Titik pengisian pertama dilakukan di PLN UP3 Bekasi sambil beristirahat dan salat subuh. Setelah itu, perjalanan berlanjut ke arah Cikampek saat suasana pagi di Pantura masih relatif lengang.
Sepanjang rute, Om Faiz memanfaatkan jaringan charging station PLN dan fasilitas dealer resmi Indomobil yang tersebar di sejumlah kota. Setelah Bekasi, pengisian daya kembali dilakukan di PLN ULP Cikampek dan PLN ULP Cikedung sebelum rombongan menuju Cirebon.
Di Cirebon, rombongan singgah di Indomobil Plaza Cirebon untuk mengisi baterai sambil menunaikan salat Jumat. Kehadiran dealer resmi dengan fasilitas charging menjadi nilai tambah penting bagi pengguna motor listrik yang ingin bepergian keluar kota.
Om Faiz juga menyoroti perubahan yang mulai terlihat di lapangan. Menurutnya, banyak kantor PLN kini sudah memiliki fasilitas charging kendaraan listrik yang nyaman, bahkan beberapa dilengkapi warung kopi dan area istirahat.
Ratusan kilometer dalam sehari
Rute hari pertama membawa rombongan melewati Tegal, Pekalongan, hingga Kendal. Cuaca panas khas Pantura membuat mereka beberapa kali berhenti lebih lama untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.
Hari pertama ditutup di The Wujil Hotel Ungaran, Jawa Tengah. Meski sempat mengalami kendala ban bocor, rombongan tetap tiba sekitar dini hari setelah menempuh lebih dari 600 kilometer.
Catatan itu penting karena menunjukkan motor listrik tidak hanya dipakai untuk etape pendek. Dengan pengisian daya yang terencana dan jeda istirahat yang cukup, perjalanan harian ratusan kilometer tetap bisa dijalani.
Memasuki hari kedua, perjalanan dilanjutkan ke Salatiga untuk kembali mengisi daya baterai. Di sela perjalanan, Om Faiz juga memuji kebersihan dan kerapian Kota Salatiga yang disebut sebagai salah satu kota ternyaman selama touring.
Dari sana, rombongan menuju Madiun lewat jalur alternatif Gemolong. Kondisi tubuh yang mulai lelah membuat mereka beberapa kali berhenti untuk beristirahat dan ngopi sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Sesampainya di Madiun, pengisian daya kembali dilakukan di Indomobil Plaza Madiun. Di lokasi ini tersedia fast charger resmi hingga 35 ampere yang membantu mempercepat proses pengisian baterai.
Om Faiz menilai jaringan dealer dan bengkel resmi Indomobil menjadi salah satu faktor yang membuat pengguna motor listrik lebih percaya diri. Keberadaan fasilitas resmi di banyak lokasi membuat perjalanan jarak jauh terasa lebih realistis untuk dijalankan.
Ujian terakhir di lereng Gunung Wilis
Bagian penutup perjalanan justru menghadirkan tantangan yang lebih berat. Dari Kota Madiun, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Sekar Wilis, Kare, lokasi acara Nusantara Day 2025 yang berada di lereng Gunung Wilis.
Rute menuju lokasi dipenuhi jalan menanjak, tikungan berkelok, dan kawasan hutan dengan pemandangan alam yang masih asri. Jalur ini menjadi ujian penting karena tidak hanya mengandalkan jarak tempuh, tetapi juga kemampuan motor menghadapi kontur jalan yang menantang.
Dalam perjalanan itu, Indomobil Tirano disebut tetap mampu melibas medan menuju lokasi acara dengan baik. Hasil ini memperkuat gambaran bahwa kemampuan motor listrik tidak hanya relevan di kota, tetapi juga bisa diuji di jalur touring yang lebih beragam.
Setibanya di area perkemahan, ratusan peserta Nusantara Day 2025 sudah memenuhi lokasi. Suasana dingin pegunungan dan kebersamaan antarkomunitas touring menjadi penanda akhir perjalanan panjang yang sekaligus memperlihatkan perubahan cara pandang terhadap kendaraan listrik.
Pengalaman Om Faiz menunjukkan touring motor listrik kini bukan lagi sebatas percobaan. Dengan dukungan infrastruktur charging yang terus berkembang dan fasilitas resmi yang makin mudah dijangkau, perjalanan lintas provinsi dengan motor listrik mulai tampil sebagai opsi yang layak bagi pehobi touring di Indonesia.





