Nvidia Bantah Gelembung AI, Huang Sebut Permintaan Infrastruktur Masih Sangat Kuat

CEO Nvidia, Jensen Huang, menepis kekhawatiran bahwa AI sedang memasuki fase gelembung. Ia menegaskan permintaan untuk infrastruktur kecerdasan buatan masih sangat kuat dan belum menunjukkan tanda perlambatan.

Pernyataan itu menjadi penting karena pasar teknologi belakangan ramai dibayangi pertanyaan soal valuasi, investasi, dan ekspektasi keuntungan dari AI. Namun bagi Nvidia, belanja besar di sektor ini masih terlihat seperti kebutuhan jangka panjang, bukan euforia sesaat.

Huang Masih Yakin Permintaan AI Akan Terus Berlanjut

Kepada awak media di Tokyo, Rabu (15/7), Huang mengatakan, “Kita masih sangat jauh dari gelembung AI.” Ia menambahkan bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI saat ini berada pada level yang luar biasa kuat.

Ia juga memandang pengembangan infrastruktur AI sebagai proses yang belum selesai dan setidaknya masih membutuhkan waktu sekitar satu dekade untuk benar-benar matang. Pandangan itu memperkuat keyakinan Nvidia bahwa pasar AI belum memasuki fase jenuh.

IsuPernyataan NvidiaKonteks
AI bubbleMasih sangat jauhPermintaan infrastruktur AI dinilai sangat kuat
Horizon pengembanganSekitar satu dekadeInfrastruktur AI dianggap belum matang sepenuhnya

Jepang Disebut Punya Peluang Besar di AI Fisik

Dalam kunjungannya ke Tokyo, Huang juga menyoroti potensi Jepang untuk memimpin pengembangan AI fisik. Teknologi ini merujuk pada kemampuan robot dan perangkat keras lain untuk beroperasi secara otonom di dunia nyata.

Ia menilai Jepang punya modal kuat karena memiliki sejarah panjang di manufaktur presisi dan produksi skala besar. Menurut Huang, kombinasi itu bisa mempercepat adopsi AI di sektor industri.

AI juga disebut bisa membantu Jepang menghadapi krisis tenaga kerja yang kronis. Melalui otomatisasi, AI, dan robotika, tenaga kerja yang ada dapat diperkuat dan produktivitas nasional didorong naik.

Sovereign AI Masuk Agenda Nvidia

Selain peluang industri, Huang menyinggung isu kedaulatan AI yang sedang didorong Pemerintah Jepang. Tokyo ingin memperkuat pengembangan AI domestik demi keamanan nasional dan perlindungan data.

Huang menegaskan bahwa kecerdasan sebuah bangsa harus dipupuk, ditingkatkan, dan dikembangkan secara mandiri di dalam negeri. Ia juga mengungkapkan bahwa Nvidia tengah bersiap menyampaikan sejumlah pengumuman penting mengenai sovereign AI pada pekan ini.

Posisi Nvidia di pasar chip AI membuat setiap pernyataan Huang mendapat perhatian besar, terutama di tengah persaingan global yang makin ketat. Penegasannya soal permintaan yang tetap kuat memberi sinyal bahwa belanja infrastruktur AI masih jauh dari reda.

Source: mediaindonesia.com
Terkait