
Selama bertahun-tahun, banyak pengguna iPhone lama merasa sulit menemukan alasan kuat untuk pindah ke Android. Nothing Phone (4a) Pro mencoba mematahkan pola itu lewat kombinasi desain yang berbeda, fitur AI yang terasa berguna, dan harga yang jauh lebih rendah dibanding iPhone dengan kapasitas memori setara.
Yang membuatnya menonjol bukan hanya tampilan retro-futuristis. Ponsel ini hadir sebagai alternatif yang terasa segar di pasar yang selama ini didominasi Apple dan Samsung, saat banyak perangkat baru hanya menawarkan penyempurnaan kecil dari formula lama.
Bagi sebagian pengguna yang mulai jenuh dengan arah iPhone, perubahan itu terasa makin jelas. Apple Intelligence dinilai belum dimanfaatkan optimal, pembaruan iOS liquid glass mengecewakan, dan harga iPhone yang terus naik ikut mengurangi daya tarik untuk segera mengganti ponsel lama.
Nothing juga memanfaatkan keluhan klasik soal isi kotak penjualan yang makin tipis. Saat charger dan headphone dihapus dari paket, perusahaan ini masih menyertakan kabel pengisi daya, pelindung layar yang sudah terpasang, dan casing bening di dalam kotak.
Desain yang langsung terasa berbeda
Bagian belakang Nothing Phone (4a) Pro langsung mencuri perhatian lewat glyph interface berukuran besar di dekat kamera. Panel dot matrix itu bisa menyala saat ada pesan atau panggilan, bahkan dapat diprogram untuk menampilkan emotikon tertentu bagi kontak atau kata kunci khusus.
Fungsi itu bukan sekadar hiasan. Saat ponsel diletakkan menghadap ke bawah, notifikasi penting tetap bisa terlihat tanpa harus menyalakan suara yang mengganggu.
Nothing OS juga memperkuat kesan berbeda dari Android pada umumnya. Sistem ini disebut sebagai redesign kosmetik Android yang memangkas banyak bloatware, lalu menonjolkan tampilan visual lewat paket ikon khusus dan widget yang lebih rapi.
Fleksibilitasnya terasa sampai ke pengaturan tombol fisik dan fitur glyph. Nothing bahkan menyediakan tutorial serta alat bantu untuk membuat fungsi kustom, memberi ruang lebih besar bagi pengguna yang suka mengutak-atik perangkat.
AI yang benar-benar dipakai
Nothing menempatkan AI sebagai bagian inti pengalaman, bukan tempelan pemasaran. Di level dasar, ponsel ini terhubung dengan rangkaian alat AI Google, termasuk circle-to-search yang memungkinkan pengguna membagikan bagian layar ke Gemini untuk bertanya atau membuat konten berdasarkan tampilan di layar.
Di sisi yang lebih unik, ada Essential Space. Aplikasi ini memadukan catatan dan papan inspirasi, lalu memakai Essential Key untuk mengambil tangkapan layar dan menambahkan komentar.
Setelah itu, AI di Essential Space dapat mengekstrak informasi penting seperti waktu acara, lokasi, dan daftar tindakan. Aplikasi ini juga bisa membuat pengingat kalender dan to-do, termasuk saat memindai brosur acara untuk perjalanan ke Tokyo.
Nothing Playground ikut mendorong ide “vibe coding” langsung di ponsel. Pengguna cukup menjelaskan widget yang diinginkan, lalu chatbot khusus akan membantu membuatkannya, meski masih berada di beta tertutup dan masih punya keterbatasan dokumentasi serta fitur.
Kamera, performa, dan selisih harga
Di sektor kamera, Nothing Phone (4a) Pro membawa kamera belakang ganda 12 MP dan 50 MP, plus kamera depan 32 MP. Pada awalnya, hasil fotonya dinilai kurang meyakinkan karena pratinjau gambar tampak lebih rendah kualitas sebelum pemrosesan selesai, sementara warna bawaan juga lebih natural dan kurang jenuh dibanding iPhone.
Namun setelah dipakai memotret dalam berbagai kondisi cahaya saat perjalanan ke Jepang, hasilnya dinilai sangat baik. Video juga disebut mulus, seimbang warnanya, dan hidup, sementara kamera bisa dibuka cepat dengan menekan tombol daya dua kali.
Ada satu catatan kecil pada pengaturan kamera. Saat opsi seperti perpindahan 12 MP ke 50 MP atau HDR diubah, setelan itu tidak tersimpan setelah aplikasi ditutup, sehingga perlu diaktifkan lagi.
Nothing Phone (4a) Pro dijual dalam dua konfigurasi. Varian 8 GB RAM dan 128 GB storage dibanderol $499, sedangkan varian 12 GB RAM dan 256 GB storage dibanderol $599.
Dari sisi nilai, selisihnya cukup besar. Ponsel ini disebut bisa berada di kisaran $100 hingga $500 lebih murah daripada iPhone dengan jumlah memori yang sama, meski chip A19 di iPhone tetap jauh lebih kuat di atas kertas.
Masih ada yang hilang dari ekosistem Apple
Perpindahan ini tidak menghapus semua kenyamanan ekosistem Apple. iMessage dan Find My masih terasa hilang, meski integrasi RCS di banyak produk Apple membuat komunikasi iPhone dan Android sedikit lebih baik.
Quick Share memang berfungsi sebagai pengganti AirDrop, tetapi belum kompatibel dengan macOS. Karena itu, berbagi file antara ponsel dan laptop masih terasa lebih rumit daripada sebelumnya.
Ada juga perbedaan pada metode autentikasi. Nothing Phone memakai pemindai sidik jari, bukan pemindai wajah, sehingga kenyamanan membuka ponsel tanpa menggunakan tangan tidak lagi tersedia.
Meski begitu, kekurangan itu belum cukup kuat untuk membatalkan perpindahan. Kombinasi desain yang terasa baru, fitur AI yang benar-benar dipakai, kustomisasi yang luas, dan harga yang agresif membuat Nothing Phone (4a) Pro terasa seperti alternatif Android yang akhirnya sanggup memikat pengguna iPhone seumur hidup.





