Nissan Menahan Proyek Qashqai Listrik, Fokus Menyelamatkan Keuangan Perusahaan

Author: Cung Media

Nissan memilih menahan proyek Qashqai listrik di tengah tekanan pasar dan keuangan yang belum mereda. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi agar perusahaan tetap terhindar dari risiko yang lebih besar.

Keputusan itu menegaskan prioritas Nissan saat ini, yakni menjaga kesehatan finansial sambil tetap melanjutkan elektrifikasi secara bertahap. Perusahaan tidak menghentikan arah pengembangan mobil listrik, tetapi menyesuaikannya dengan kondisi pasar yang sedang berubah.

Efisiensi Jadi Payung Besar Restrukturisasi

Langkah menunda Qashqai listrik berada dalam payung program restrukturisasi global yang sedang dijalankan Nissan. Program ini mencakup pemotongan biaya operasional dan penyederhanaan lini produksi untuk memperbaiki kondisi keuangan.

Di saat yang sama, Nissan disebut lebih berhati-hati mengembangkan model listrik murni. Perusahaan kini memberi porsi lebih besar pada model hybrid di sejumlah pasar, seiring strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan jangka pendek.

Pasar Eropa Makin Menantang

Penundaan proyek ini juga dipengaruhi situasi kendaraan listrik di Eropa yang kian kompetitif. Tekanan datang dari merek-merek asal Tiongkok yang menawarkan mobil listrik dengan harga lebih terjangkau.

Dalam kondisi seperti itu, segmen SUV listrik menjadi arena persaingan yang semakin berat. Nissan berisiko tertinggal dari para kompetitor jika proyek Qashqai EV tidak segera bergerak lagi.

Rencana Yang Sempat Diumumkan

Sebelumnya, pada 2023, Nissan sudah mengumumkan rencana memproduksi Qashqai bertenaga listrik di fasilitas Sunderland, Inggris. Proyek itu sempat dipandang penting untuk menguatkan posisi Inggris sebagai salah satu pusat produksi kendaraan listrik dunia.

Meski tertahan, Nissan belum menutup pintu untuk model tersebut. Jika proyek Qashqai EV kembali dihidupkan, sebuah laporan menyebut mobil baterai itu kemungkinan baru bisa hadir pada awal dekade berikutnya.

Di tengah restrukturisasi dan tekanan pasar, Nissan tampak memilih langkah yang paling aman untuk saat ini. Perusahaan lebih dulu menjaga kesehatan keuangan, sambil tetap mempertahankan jalan menuju elektrifikasi tanpa terburu-buru mengambil risiko baru.

Source: www.liputan6.com
Terbaru