Netflix memutuskan tidak melanjutkan The Boroughs ke musim kedua. Serial sci-fi itu kini resmi berakhir sebagai tayangan satu musim, meski sebelumnya sempat dibicarakan untuk terus berjalan.
Keputusan ini terasa mengejutkan karena ruang penulis untuk musim kedua sudah sempat dibuka. Salah satu opsi yang pernah dipertimbangkan bahkan memproduksi musim kedua dan ketiga secara beruntun, langkah yang biasanya dipakai untuk proyek dengan profil besar.
Pembukaan yang kuat tidak cukup menahan penurunan
The Boroughs memulai debutnya dengan ulasan yang kuat, tetapi angka penontonnya tidak mengikuti. Serial ini mencatat 5,6 juta views pada akhir pekan pembuka, lalu naik ke 9,5 juta views pada pekan penuh pertama sebelum turun lagi menjadi 3,7 juta views pada pekan berikutnya.
Pola itu memberi sinyal penting bagi Netflix. Kenaikan awal yang terjadi tidak bertahan lama, sehingga pertumbuhan jangka panjang serial ini dinilai kecil kemungkinannya untuk terus naik.
Serial ini juga kerap disebut sebagai Stranger Things versi lansia karena sama-sama membawa nuansa sci-fi dan unsur supranatural. Ekspektasi terhadapnya ikut tinggi karena hadir setelah musim final Stranger Things menarik perhatian besar penonton.
Biaya produksi ikut menekan peluang lanjut
Selain performa tontonan, beban produksi The Boroughs juga menjadi faktor besar. Serial ini mengandalkan efek visual yang rumit dan jajaran pemain papan atas, sehingga Netflix harus menimbang biaya terhadap hasil tayang sebelum mengambil keputusan.
Kondisi seperti ini biasanya membuat serial besar lebih rentan saat evaluasi pembaruan dilakukan. Ulasan yang bagus tidak otomatis cukup jika jumlah penonton dan efisiensi produksi tidak bergerak sejalan.
Posisi Duffer Brothers di Netflix ikut menyempit
The Boroughs adalah satu dari dua serial paranormal garapan Duffer Brothers yang tayang tahun ini. Sebelumnya ada Something Very Bad Is Going to Happen, yang oleh Netflix dianggap sebagai serial terbatas dan juga tidak akan berlanjut.
Dengan keputusan tersebut, Netflix kini hanya menyisakan satu proyek Duffer Brothers lain, yaitu Stranger Things: Tales from ’85. Serial animasi itu hadir sekitar sebulan setengah setelah Duffer Brothers meninggalkan Netflix dan meneken kesepakatan film serta televisi besar dengan Paramount.
Deretan pemain besar dan cerita yang tetap menarik
Serial ini dibintangi Alfred Molina, Geena Davis, Alfre Woodard, Denis O’Hare, Clarke Peters, dan Bill Pullman. Daftar pemerannya juga mencakup Jena Malone, Carlos Miranda, Seth Numrich, dan Alice Kremelberg.
Secara cerita, The Boroughs berlatar di sebuah komunitas pensiunan yang tampak tenang. Di sana, sekelompok pahlawan tak terduga harus bersatu untuk menghentikan ancaman dari dunia lain yang ingin mencuri hal paling tak tergantikan bagi mereka, yakni waktu.
Di balik layar, serial ini diproduseri eksekutif oleh The Duffer Brothers dan Hilary Leavitt lewat Upside Down Pictures, bersama Jeffrey Addiss, Will Matthews, dan Ben Taylor. Ben Taylor juga menyutradarai beberapa episode, termasuk episode pilot.
Keputusan terhadap The Boroughs menunjukkan bahwa modal nama besar, ulasan awal yang kuat, dan skala produksi yang besar tetap belum cukup jika pertumbuhan penonton tidak berkelanjutan. Netflix sendiri masih memiliki sejumlah serial pendatang baru yang berhasil mendapat pembaruan musim kedua, sementara The Boroughs terhenti di satu musim.
Source: deadline.com





