
NASA bergerak lebih dekat ke target besar berikutnya di Bulan: membangun pangkalan permanen untuk astronaut. Langkah ini ditandai dengan pemesanan perangkat inti, mulai dari pendarat, kendaraan penjelajah, hingga drone, sebagai fondasi awal sebelum manusia tinggal lebih lama di permukaan Bulan.
Dorongan itu muncul setelah misi Artemis II berhasil terbang mengelilingi Bulan dan menunjukkan program pengembalian astronaut ke satelit alami Bumi itu masih berada di jalur maju. Dengan kontrak baru bernilai ratusan juta dolar AS kepada empat perusahaan Amerika Serikat, NASA mulai menyusun infrastruktur yang dibutuhkan untuk operasi jangka panjang di wilayah kutub selatan Bulan.
Perangkat awal untuk misi pangkalan Bulan
Blue Origin, perusahaan milik Jeff Bezos, mendapat tugas menyediakan dua wahana pendarat untuk membawa kendaraan penjelajah ke kutub selatan Bulan. Dua rover yang akan dikirim itu dikembangkan oleh Astrolab dan Lunar Outpost, dua perusahaan yang ikut masuk dalam rantai persiapan misi ini.
Firefly Aerospace juga menerima kontrak NASA untuk mengirim drone pertama ke Bulan. Perusahaan itu sebelumnya telah berhasil mendaratkan wahana di permukaan Bulan pada tahun lalu, sehingga perannya kini diperluas ke tahap persiapan misi pangkalan.
Seluruh perangkat tersebut ditargetkan tiba sebelum astronaut pertama dalam program Artemis mendarat di Bulan. Jadwal pendaratan itu paling cepat pada 2028, sehingga pengiriman perangkat awal menjadi bagian penting untuk memastikan operasi berikutnya bisa berjalan.
Artemis III dan latihan docking
NASA menargetkan Artemis III berlangsung pada pertengahan 2027. Dalam misi itu, astronaut akan berlatih melakukan docking kapsul Orion dengan wahana pendarat Bulan yang dikembangkan Blue Origin dan SpaceX milik Elon Musk.
Latihan tersebut menjadi tahap teknis yang krusial sebelum pendaratan astronaut dimulai. Setelah itu, pembangunan infrastruktur permanen seperti jaringan listrik diproyeksikan berjalan mulai 2029 hingga awal 2030-an.
Artemis II sendiri memberi sinyal kuat bahwa tahap berikutnya semakin dekat. Empat astronaut berhasil terbang mengelilingi Bulan pada April lalu dan mencapai jarak yang lebih jauh dibanding misi Apollo pada era 1960-an hingga 1970-an.
Pangkalan yang dirancang untuk bertahan lama
Pejabat program pangkalan Bulan NASA, Carlos Garcia-Galan, menyebut fasilitas itu dirancang untuk mendukung keberadaan astronaut dalam jangka panjang. Ia menggambarkan pangkalan tersebut sebagai lokasi yang bisa berkembang luas dan bertahan secara berkelanjutan di Bulan.
Garcia-Galan juga membayangkan pangkalan itu membentang hingga ratusan mil persegi dan dijaga drone bernama MoonFall di sejumlah titik perimeter. Gambaran ini menunjukkan bahwa NASA tidak hanya menargetkan tempat singgah sementara, tetapi basis operasi yang bisa tumbuh menjadi kawasan besar.
Administrator NASA, Jared Isaacman, mengatakan penanda wilayah di area itu dibuat untuk menghormati wahana atau peralatan milik negara lain yang berada di sekitar kawasan Bulan. Ia menegaskan bahwa proyek ini tidak semata soal eksplorasi, tetapi juga diarahkan pada manfaat yang lebih luas.
Menurut Isaacman, proyek itu ditujukan untuk mendorong ekonomi luar angkasa, mendukung riset ilmiah, dan menjadi fondasi bagi misi manusia ke Mars. Ia menegaskan bahwa kembalinya manusia ke Bulan kini semakin dekat dan NASA belum akan melambat.
Dengan kontrak baru, target Artemis yang berlapis, dan rencana infrastruktur permanen, NASA menempatkan Bulan sebagai titik awal untuk operasi manusia yang lebih lama di luar Bumi. Fokus berikutnya bergantung pada kesiapan perangkat, keberhasilan pendaratan, dan pembangunan fasilitas yang mampu menopang aktivitas astronaut dalam jangka panjang.
Source: www.beritasatu.com




