Mythos 5 Dibuka Lagi untuk Segelintir Perusahaan, Pemerintah AS Masih Menahan Akses Umum

Author: Cung Media

Akses ke Mythos 5 kini mulai dibuka lagi, tetapi hanya untuk kelompok organisasi yang disetujui pemerintah Amerika Serikat. Model AI canggih milik Anthropic itu masih tertutup bagi sebagian besar dunia, termasuk India, sehingga pembatasan belum benar-benar dicabut.

Keputusan ini menegaskan satu hal: pemerintah AS ingin mengontrol siapa yang boleh memakai model frontier yang dinilai sangat sensitif. Di sisi lain, Anthropic menyebut lebih dari 100 perusahaan dan institusi di AS akan kembali mendapat akses, terutama organisasi yang dianggap tepercaya untuk menjaga infrastruktur kritis.

Akses dibuka terbatas untuk organisasi tepercaya

Anthropic mengatakan telah menerima persetujuan dari pemerintah AS untuk mengaktifkan lagi Mythos 5 bagi organisasi terpilih. Perusahaan itu juga menyebut pemulihan akses akan dilakukan dengan cepat, menurut keterangan yang disampaikan kepada Reuters.

Dari sisi kebijakan, Departemen Perdagangan AS juga menghapus kewajiban lisensi ekspor ketika organisasi AS yang dipercaya mengizinkan karyawan non-AS mereka memakai Mythos 5. Artinya, karyawan Anthropic yang bukan warga negara AS juga bisa bekerja dengan model tersebut.

Kelompok Status Akses Keterangan
Organisasi AS terpilih Dibuka kembali Lebih dari 100 perusahaan dan institusi disebut akan mendapat akses
Karyawan non-AS di organisasi tepercaya Boleh menggunakan Tidak lagi terkena kewajiban lisensi ekspor
Perusahaan di luar daftar persetujuan Tetap dibatasi Termasuk bisnis di negara seperti India

Fokus pemerintah tetap pada risiko keamanan siber

Mythos 5 disebut sebagai model keamanan siber terkuat milik Anthropic, dan itu justru menjadi alasan utama mengapa pembatasannya ketat. Pemerintah AS khawatir model AI tingkat lanjut bisa disalahgunakan oleh pemerintah yang bermusuhan atau pelaku kejahatan siber.

Kekhawatiran itu juga dikaitkan dengan kemampuan model AI yang sangat tinggi untuk dipakai badan militer atau intelijen di negara seperti China dan Rusia. Para ahli menilai model keamanan siber seperti Mythos 5 bisa mempermudah serangan siber yang canggih jika jatuh ke tangan yang salah.

Risikonya dinilai makin besar di sektor yang sangat bergantung pada sistem digital lama dan saling terhubung, seperti perbankan. Dalam konteks itu, Mythos 5 dipandang bukan hanya alat produktivitas, tetapi juga teknologi strategis yang perlu diawasi ketat.

Anthropic masih dorong pembukaan yang lebih luas

Anthropic masih bekerja sama dengan pemerintah untuk memperluas akses Mythos 5 dan membuat Fable 5 kembali tersedia untuk penggunaan umum. Namun, perusahaan belum mengumumkan jadwal pembukaan akses yang lebih luas itu.

Pembatasan ini muncul setelah pemerintahan Donald Trump memerintahkan Anthropic menghentikan akses ke dua model AI tercanggihnya, Mythos 5 dan Fable 5, dengan alasan keamanan nasional. Aturan itu menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengontrol penyebaran model AI frontier.

Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, lebih dari 100 perusahaan dan institusi yang akan mendapat akses mencakup banyak perusahaan Fortune 500 dan diduga masuk dalam program Project Glasswing milik Anthropic. Program itu disebut melibatkan perusahaan teknologi terkenal serta lembaga riset.

Kritik soal siapa yang dipilih pemerintah

Pendekatan ini memicu kritik karena tidak semua pihak bisa masuk daftar penerima akses. John Coleman dari Foundation for Individual Rights and Expression mempertanyakan bagaimana perusahaan-perusahaan itu dipilih dan menilai kebijakan semacam ini memberi terlalu banyak kekuasaan kepada pemerintah.

Kritik serupa datang dari CEO OpenAI, Sam Altman. Dalam unggahan di X, ia mengatakan pengujian keselamatan yang ekstensif bukan ide yang buruk, tetapi tidak menyukai gagasan pemerintah yang memilih pelanggan.

Perdebatan itu muncul pada hari yang sama ketika OpenAI mengumumkan penundaan peluncuran lebih luas GPT-5.6 setelah adanya permintaan dari pemerintah AS. Seperti Anthropic, OpenAI juga menyatakan hanya sekelompok kecil mitra yang telah diperiksa yang akan menerima akses pada tahap awal.

Mythos 5 dan Fable 5 dibangun di atas model AI dasar yang sama, tetapi diarahkan untuk penggunaan berbeda. Fable ditujukan untuk pemakaian umum, sedangkan Mythos menghapus sebagian perlindungan agar bisa mendukung pekerjaan keamanan siber tingkat lanjut.

Sejumlah analis menilai sistem sementara ini dapat menjawab kekhawatiran keamanan dalam jangka pendek. Namun, kebijakan tersebut juga meninggalkan pertanyaan besar tentang kapan model AI canggih akan tersedia lebih luas bagi pengguna dan bisnis di luar kelompok yang dipilih pemerintah AS.

Source: www.indiatoday.in
Terbaru