Bali Ternyata Menantang untuk Touring, MTBN Yamaha Ungkap Jalur Paling Berat

Author: Cung Media

Etape Bali dalam MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 memperlihatkan sisi touring yang tidak selalu identik dengan pemandangan indah. Yamaha Indonesia justru memakai rute ini untuk menunjukkan bagaimana MAXi Yamaha diuji di jalur pegunungan, pesisir, dan jalan berkelok yang menuntut fokus penuh.

Kegiatan yang berlangsung pada 5-6 Juni 2026 ini juga mempertemukan editor dari media mainstream dan otomotif nasional dengan pengguna TMAX dari berbagai wilayah di Bali. Mereka mengikuti community gathering sekaligus touring bersama dari Kintamani menuju Denpasar.

Rute yang sengaja dibuat berlapis tantangan

Perjalanan dimulai dari Denpasar lalu melintasi Bangli, Kintamani, Karangasem, dan Klungkung sebelum kembali lagi ke Denpasar. Jarak dari Denpasar ke Kintamani sekitar 105 kilometer, dengan karakter jalan yang sejak awal menampilkan kombinasi lanskap alam dan rintangan berkendara.

Sepanjang lintasan, peserta melewati perbukitan hijau, hutan pinus, Jembatan Tukad Bangkung, hingga panorama Gunung Batur dan Danau Batur. Bagian Kintamani menjadi salah satu titik paling menantang karena jalurnya dikenal memiliki tanjakan, turunan, dan tikungan tajam.

Setelah tiba di Kintamani, rombongan beristirahat sambil makan siang dengan latar Gunung dan Danau Batur. Mereka kemudian bergerak menuju dermaga Danau Batur untuk melihat KM Songan, kapal dengan desain menyerupai naga.

Bentuk KM Songan tidak hadir tanpa makna. Desainnya terinspirasi dari filosofi Naga Besukih, makhluk mitologi sakral dalam kepercayaan Hindu Bali, sehingga perjalanan ini juga membawa unsur budaya yang kuat.

Kombinasi pegunungan, budaya, dan jalur pantai

Di hari kedua, peserta melanjutkan perjalanan melalui Karangasem dan Besakih. Rute ini kembali menguji kendali berkendara karena dihadapkan pada banyak kelokan dengan latar kemegahan Gunung Agung.

Jalur tersebut disebut sebagai salah satu hidden gems berkendara di Bali. Alasannya ada pada perpaduan jalan berliku, panorama pegunungan, dan lalu lintas yang relatif nyaman untuk touring.

Di tengah perjalanan, Yamaha menggelar community gathering bersama pengguna Yamaha TMAX dan anggota XMAX Owners Community (XMOC) Bali. Agenda itu juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan informasi seputar Yamaha Genuine Parts & Accessories, aplikasi Yamaha Motor On (Y-ON), layanan YES24H, serta penyerahan cinderamata kepada peserta.

Hendra Wijaya, Chief Yamaha DDS Bali, menyebut kehadiran editor dari media mainstream dan otomotif tanah air memberi dampak positif bagi brand image Yamaha di Bali. Ia juga menegaskan bahwa MAXi Yamaha series mendominasi pasar di Bali.

Perjalanan ditutup lewat jalur pesisir timur Bali menuju Denpasar. Hamparan garis pantai dan panorama Selat Lombok menjadi penutup sebelum rombongan finis di Yamaha FSS Bali.

Secara total, peserta menempuh touring sejauh 270 kilometer selama dua hari. Menurut peserta Zanuar, etape Bali memberi pengalaman berkendara yang seru karena mereka bisa merasakan keindahan alam, budaya, dan ketangguhan MAXi Yamaha di rute pegunungan hingga pantai timur Bali.

Source: www.liputan6.com
Terbaru