MSI Claw 8 EX AI+ langsung menempatkan diri di kelas handheld gaming PC premium berkat lonjakan performa yang besar. Intel Arc G3 Extreme menjadi sorotan utama karena diklaim memberi peningkatan 77 persen dibanding pendahulunya saat berjalan di TDP 35W.
Namun, performa tinggi itu datang bersama harga $1,800 dan sejumlah kompromi yang membuat perangkat ini tidak otomatis cocok untuk semua orang. Di atas kertas, Claw 8 EX AI+ terasa seperti perangkat yang sangat kuat, tetapi praktik pemakaiannya menuntut toleransi pada harga, desain, dan software.
Performa Jadi Senjata Utama
Bagi pengguna yang mengejar frame rate stabil di game modern, Arc G3 Extreme adalah alasan terbesar untuk melirik perangkat ini. MSI merancang Claw 8 EX AI+ agar sanggup menjalankan game berat pada setelan tinggi dengan performa yang tetap mulus dalam format handheld.
Fleksibilitas TDP juga menjadi nilai jual penting karena pengguna bisa menyesuaikannya sesuai kebutuhan. Artinya, perangkat ini bisa diarahkan ke performa penuh atau efisiensi daya, tergantung game dan durasi bermain yang diinginkan.
Meski tidak disebut melampaui tenaga mentah AMD AI Max 395, performanya dinilai tetap konsisten dan andal di berbagai judul yang menuntut. Pendekatan ini membuat Claw 8 EX AI+ punya daya tarik kuat di segmen handheld yang makin padat.
Baterai Ikut Menanggung Dampaknya
Keunggulan Arc G3 Extreme paling terasa ketika perangkat dipakai pada pengaturan daya tinggi. Di kisaran 25W sampai 35W, daya tahan baterainya turun menjadi sekitar 2 sampai 4 jam.
Batas itu bisa menjadi masalah bagi pengguna yang sering bermain lama tanpa pengisian daya. Untuk sesi portabel yang lebih panjang, pengguna perlu menurunkan TDP dan menerima kompromi performa.
Pada pengaturan lebih rendah, baterai disebut bisa bertahan lebih dari 6 jam untuk game yang tidak terlalu berat. MSI juga menyertakan Endurance Mode yang membatasi performa pada 30 FPS demi efisiensi yang lebih baik.
Dalam skenario tertentu, mode itu bahkan bisa mendorong pemakaian hingga 12 jam. Jadi, kekuatan Arc G3 Extreme bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal bagaimana perangkat bisa diatur sesuai situasi.
Layar 120Hz Mendukung Kinerja Grafis
Claw 8 EX AI+ memakai layar LCD 8 inci dengan resolusi 1920×1200 dan rasio 16:10. Panel ini mendukung variable refresh rate 120Hz, kombinasi yang penting untuk menampilkan frame rate tinggi dengan lebih halus.
Kehadiran refresh rate tinggi membuat peningkatan performa chipset terasa lebih nyata saat bermain game cepat. Respons visual yang mulus menjadi salah satu faktor yang menguatkan posisi perangkat ini di kelas premium.
Meski begitu, perangkat ini tidak memakai OLED. Kekurangan itu bisa terasa bagi pengguna yang mengutamakan hitam pekat dan kontras yang lebih tinggi.
Ergonomi Kuat, Desainnya Membelah Pendapat
MSI membekali perangkat ini dengan bobot 785 gram atau 1.73 lbs. Angka itu memang lebih berat dibanding banyak pesaing, tetapi distribusi bobot yang seimbang dan grip bertekstur laser-etched membantu menjaga kenyamanan saat dipakai lama.
Desainnya mengambil inspirasi dari kontroler Xbox, sehingga terasa familier di tangan banyak pengguna. Fokusnya jelas lebih condong ke fungsi daripada tampilan.
Di sisi lain, bahasa desainnya cenderung utilitarian dengan bagian “chin” yang cukup menonjol. Elemen ini membuat tampilannya tidak selalu dianggap menarik, meski punya kontribusi pada kenyamanan dan kegunaan.
Kontrolnya sendiri membawa kombinasi kelebihan dan kompromi. Hall-sensor analog stick memberi presisi yang baik, tetapi tegangan stick yang rendah bisa mengganggu akurasi pada game yang menuntut gerakan sangat halus.
D-pad dan tombol disebut lebih baik dari model sebelumnya, tetapi finishing mengilap dan rasa tombol yang agak lembek mungkin belum memuaskan semua pemain. Shoulder button dan trigger bergaya Xbox justru dinilai lebih nyaman dan mudah diadaptasi.
Software Masih Jadi Penghalang
Claw 8 EX AI+ hadir dengan Windows 11 dan mode Xbox untuk navigasi yang lebih praktis. Perangkat ini juga menawarkan profil performa seperti AI Engine, Endurance Mode, dan pengaturan TDP manual.
Masalahnya, ekosistem software masih terfragmentasi. Pengguna kerap perlu menyesuaikan beberapa aplikasi secara manual, sementara opsi konfigurasi per game belum tersedia.
Situasi itu membuat potensi perangkat tidak selalu langsung terasa sejak awal pemakaian. Pengguna berpengalaman mungkin melihatnya sebagai ruang kustomisasi, tetapi pengguna kasual bisa menganggapnya terlalu rumit.
Di luar itu, audio dan sistem pendingin menjadi sisi yang cukup kuat. Speaker disebut menghasilkan suara yang jernih dan imersif, sedangkan sistem pendinginnya bekerja senyap serta efisien untuk menjaga suhu tetap optimal saat sesi bermain panjang.
Gabungan Intel Arc G3 Extreme, layar 120Hz, pendinginan tenang, dan ergonomi matang membuat MSI Claw 8 EX AI+ tampil sangat bertenaga. Tetapi harga $1,800, software yang kurang intuitif, dan sejumlah keputusan desain membuatnya lebih cocok untuk kalangan antusias daripada pasar yang lebih luas.
Source: www.geeky-gadgets.com






