MPLS Ramah di SMA Labschool Kebayoran Bikin Siswa Baru Langsung Betah

Author: Cung Media

Hari pertama sekolah di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan, terasa lebih hangat dari yang biasa dibayangkan siswa baru. MPLS Ramah membuat Sandrina Emily Damanik dan Qayz Algebra langsung merasa diterima sejak awal.

Rangkaian pra-MPLS yang digelar sebelum hari pertama sekolah ikut membantu mereka lebih siap. Keduanya sama-sama menilai kegiatan awal itu berjalan lancar, nyaman, dan tidak membuat suasana sekolah baru terasa kaku.

Disambut Kakak Kelas dan Guru

Sandrina menyebut dukungan dari kakak kelas OSIS dan MPK, serta para guru, sangat terasa selama MPLS. Menurut dia, para pendamping terbuka membantu siswa baru agar cepat terbiasa dengan lingkungan sekolah yang berbeda.

Qayz merasakan hal serupa. Ia menyebut kakak kelas menyambut dengan ramah, penuh senyum, dan menunjukkan kepedulian, sementara aktivitas yang disiapkan tidak hanya menyenangkan tetapi juga interaktif.

Nama Siswa Latar Belakang Pengalaman di Hari Pertama
Sandrina Emily Damanik Alumni SMP BPK Penabur Pondok Indah Senang, banyak teman baru, dan merasa didukung
Qayz Algebra Alumni SMP Negeri 2 Siantan, Anambas, Kepulauan Riau Merasa lancar, diterima ramah, dan mendapat aktivitas interaktif

Alasan Memilih Sekolah Ini

Sandrina memilih SMA Labschool Kebayoran karena ingin keluar dari comfort zone dan belajar di lingkungan yang lebih kompetitif. Ia sudah mengincar sekolah itu sejak kelas 9 SMP karena menilai rekam jejak prestasi akademik dan nonakademiknya kuat.

Ia juga tertarik pada keberagaman di sekolah barunya. Menurut Sandrina, suasana yang inklusif membuat siswa dari berbagai latar belakang agama dan ras tetap bisa terlibat dalam kegiatan yang ada.

Qayz mengambil pilihan serupa karena melihat sekolah itu sejak dari media sosial. Ia menilai prestasi akademik dan pendidikan yang diberikan cocok untuk mendukung pengembangan dirinya menjadi pribadi yang lebih siap memimpin.

Datang dari Jauh, Sempat Culture Shock

Qayz datang dari Kepulauan Riau dan menjalani hari pertama sekolah di Jakarta dengan dukungan keluarga. Ia diantar tante pada hari pertama, setelah sebelumnya sempat ditemani orang tuanya sebelum MPLS berlangsung.

Masuk ke lingkungan baru membuatnya sempat mengalami culture shock. Namun, keberagaman siswa dari daerah lain seperti Jambi dan Nusa Tenggara Barat justru membuatnya kagum sekaligus nyaman karena disambut baik oleh teman dan kakak kelas.

Qayz masuk ke SMA Labschool Kebayoran melalui jalur prestasi. Sejumlah pencapaiannya antara lain Ketua OSIS periode 2024-2025, Ketua Forum Anak 2024-2026, dan pemenang Award for Verbal Commendation dari Asia International Youth Model United Nations di Kuala Lumpur.

Selama lima hari MPLS, siswa baru mengikuti kegiatan yang sudah disiapkan guru dan didampingi OSIS serta MPK. Sandrina dan Qayz sama-sama menantikan hari kelima karena akan ada kegiatan di taman, termasuk pertunjukan bakat atau talent show.

Suasana hangat dan dukungan dari kakak kelas menjadi salah satu hal yang paling berkesan bagi siswa baru di sekolah ini. Di tengah perbedaan latar belakang, MPLS justru menjadi ruang awal bagi mereka untuk merasa diterima.

Terbaru