Motorola sedang memperlihatkan dua arah yang berlawanan dalam pembaruan Android. Di satu sisi, perusahaan ini tancap gas menguji Android 17, tetapi di sisi lain banyak pengguna masih menunggu Android 16 yang belum turun ke perangkat mereka.
Kontras itu membuat strategi software Motorola terlihat menarik sekaligus janggal. Bagi pengguna, percepatan beta Android 17 memang memberi sinyal kemajuan, tetapi keterlambatan Android 16 tetap menjadi masalah yang terasa langsung.
Android 17 Diperluas Cepat
Program beta Android 17 kini sudah menjangkau lebih dari selusin smartphone Motorola. Cakupan ini tergolong luas untuk ukuran merek non-Google yang biasanya hanya membuka akses beta ke sedikit model.
Langkah Motorola juga bergerak cepat setelah Google merilis beta pertama untuk perangkat Pixel pada Februari 2026. Perusahaan ini mengumumkan program betanya hanya beberapa hari setelah itu, lalu memperluasnya lebih agresif dibanding sejumlah vendor lain.
Kecepatan tersebut membuat Motorola menonjol di antara merek Android di luar Google. Saat beberapa vendor membutuhkan waktu lebih dari sebulan, Motorola justru langsung memperluas cakupan pengujian ke lebih banyak perangkat.
Android 16 Masih Tertinggal
Di saat pengujian sistem baru berjalan kencang, penyebaran Android 16 justru belum merata. Android 16 sebenarnya sudah mulai digulirkan secara stabil sejak September 2025, tetapi distribusinya masih berjalan lambat untuk banyak perangkat yang memenuhi syarat.
Motorola sempat memberi awal yang cukup baik saat memulai rollout Android 16 lebih dulu dibanding beberapa pesaing seperti OnePlus, Oppo, dan Vivo. Edge 60 Pro dan Edge 50 Fusion menjadi dua model awal yang menerima pembaruan stabil tersebut.
Masalahnya, kecepatan awal itu tidak berlanjut ke perangkat lain. Razr 2025 dan Razr Ultra 2025 bahkan baru mulai menerima Android 16 menjelang akhir Februari 2026.
Situasi ini lebih terasa pada lini yang lebih terjangkau. Saat peluncuran Android 17 semakin dekat, Motorola baru mulai menggulirkan Android 16 ke ponsel entry-level seperti Moto G35.
Keluhan Pengguna Makin Kuat
Salah satu sumber frustrasi terbesar datang dari minimnya kejelasan resmi. Hingga kini belum ada pengumuman yang menjabarkan daftar kelayakan perangkat maupun jadwal distribusi Android 16.
Kondisi itu membuat pengguna sulit memperkirakan kapan perangkat mereka akan mendapat pembaruan. Ketidakpastian seperti ini sering terasa lebih mengganggu daripada sekadar keterlambatan, karena tidak ada acuan yang jelas untuk dinantikan.
Di tengah ekspansi beta Android 17, kebutuhan akan kepastian justru makin besar. Banyak pengguna bisa melihat langkah itu sebagai tanda kemajuan, tetapi mereka tetap menunggu komitmen yang rapi untuk pembaruan stabil.
Ada Sinyal Perbaikan
Meski rollout Android 16 belum ideal, arah kebijakan software Motorola terlihat membaik. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan tampak berupaya meningkatkan komitmen pembaruan dan dukungan perangkat lunaknya.
Pola terbaru ini dinilai lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya, saat Motorola kerap dikritik karena pelepasan software yang lambat. Perubahan paling jelas terlihat pada durasi dukungan sistem operasi yang kini lebih panjang.
Sebelumnya, ponsel kelas menengah dan kelas atas Motorola umumnya dibatasi sampai tiga kali pembaruan OS. Sekarang, janjinya meningkat menjadi hingga lima kali pembaruan.
Motorola juga melangkah lebih jauh lewat Motorola Signature. Program itu menjanjikan tujuh generasi pembaruan besar OS, angka yang disebut setara dengan yang terbaik di ekosistem Android.
Langkah-langkah itu menunjukkan Motorola sedang berusaha memperbaiki reputasinya di urusan software. Upaya itu tidak hanya hadir lewat janji dukungan yang lebih panjang, tetapi juga lewat keterlibatan yang lebih cepat dalam fase beta Android terbaru.
PR Berikutnya Masih Jelas
Tetap saja, kesan positif dari Android 17 beta bisa tertahan jika Android 16 belum dituntaskan. Pengguna biasanya menilai kualitas pembaruan bukan hanya dari cepatnya versi baru muncul, tetapi juga dari konsistensi penyelesaian pembaruan lama.
Karena itu, memperluas beta Android 17 saja belum cukup untuk mengubah persepsi secara penuh. Motorola juga perlu menuntaskan distribusi Android 16 ke semua perangkat yang memenuhi syarat agar strategi software barunya terlihat matang.
Kejelasan jadwal juga akan sangat penting untuk membangun kepercayaan. Pengumuman resmi soal perangkat yang berhak menerima pembaruan dan perkiraan waktu rollout akan membantu pengguna memahami arah dukungan software Motorola.
Source: www.gizmochina.com






