Motorola dan Xiaomi sama-sama menawarkan tablet Android kelas menengah yang tidak lagi hanya mengejar hiburan. Moto Pad 70 Pro dan Xiaomi Pad 8 membawa chip Snapdragon 8s Gen 4, tetapi arah penggunaannya justru berbeda cukup jelas.
Perbedaan itu terasa sejak melihat ukuran, bobot, aksesori, sampai fitur kerja yang disiapkan. Satu lebih lengkap untuk dipakai bekerja tanpa banyak tambahan, sementara yang lain lebih ringan dan praktis untuk dibawa ke mana saja.
Layar besar untuk kerja menetap, bodi ringkas untuk mobilitas
Moto Pad 70 Pro hadir dengan layar 13 inci dan bobot 589 gram. Ukuran ini membuatnya lebih pas dipakai di meja, terutama jika dipasangkan dengan penyangga atau keyboard.
Tablet Motorola ini juga menawarkan refresh rate 144Hz dan empat speaker JBL. Kombinasi itu memberi keuntungan saat dipakai untuk rapat daring, konsumsi media, atau pekerjaan yang butuh tampilan halus.
Xiaomi Pad 8 mengambil pendekatan berbeda dengan layar 11,2 inci dan bobot 485 gram. Bodinya lebih ringkas, sehingga lebih nyaman dimasukkan ke tas dan dibawa sepanjang hari.
Rasio layar 3:2 pada Xiaomi juga lebih ramah untuk membaca dokumen. Ada pula opsi layar dengan tekstur khusus yang membantu mengurangi pantulan cahaya saat digunakan di luar ruangan.
Performa seimbang, pengalaman kerja yang dibedakan fitur
Di atas kertas, keduanya berada di level performa yang setara karena sama-sama memakai Snapdragon 8s Gen 4 dan didukung RAM besar. Artinya, tenaga pemrosesan bukan pembeda utama dalam perbandingan ini.
Pembeda justru muncul pada pendekatan software dan fitur kerja. Motorola menonjol lewat fitur AI dan konektivitas, termasuk alat bantu pembaca dokumen berbasis kecerdasan buatan serta sinkronisasi file yang lebih mulus dengan perangkat lain.
Xiaomi memilih jalur berbeda lewat HyperOS 3. Sistem ini mengintegrasikan WPS Office langsung ke perangkat, sehingga pengguna bisa mengolah dokumen dan presentasi dengan pengalaman yang lebih mirip laptop.
Peramban web di Xiaomi Pad 8 juga mendukung navigasi yang lebih kompleks. Ini memberi nilai tambah bagi pengguna yang sering bekerja dengan dokumen atau halaman web yang lebih rumit.
Aksesori dan baterai ikut menentukan nilai beli
Salah satu nilai paling kuat ada di sisi paket penjualan. Motorola menyertakan stylus di dalam paket, sehingga pengguna tidak perlu keluar biaya tambahan untuk aktivitas menulis, menggambar, atau memberi anotasi dokumen.
Xiaomi tidak memasukkan pena digital dan keyboard dalam paket penjualan. Pengguna yang ingin menjadikannya perangkat kerja perlu membeli aksesori itu secara terpisah, yang tentu menaikkan total pengeluaran.
Untuk daya tahan, Moto Pad 70 Pro membawa baterai 10.200mAh dan perlindungan terhadap percikan air. Xiaomi Pad 8 memakai baterai 9.200mAh, yang masih cukup untuk menemani hari kerja standar.
Perbedaan kapasitas ini memberi Moto Pad 70 Pro ruang lebih lega saat jauh dari colokan listrik. Namun Xiaomi tetap unggul untuk pengguna yang lebih mementingkan portabilitas, layar yang ramah cahaya, dan bobot yang lebih ringan.
| Model | Layar | Bobot | Baterai |
|---|---|---|---|
| Moto Pad 70 Pro | 13 inci, 144Hz | 589 gram | 10.200mAh |
| Xiaomi Pad 8 | 11,2 inci, rasio 3:2 | 485 gram | 9.200mAh |
Pada akhirnya, Moto Pad 70 Pro paling menarik untuk pengguna yang mengutamakan layar besar, aksesori lengkap, dan daya tahan lebih besar. Xiaomi Pad 8 lebih cocok bagi mereka yang ingin tablet ringkas, ringan, dan nyaman dipakai bekerja di berbagai tempat.
