Yayasan Puteri Indonesia kembali melanjutkan rangkaian pemilihan Puteri Indonesia 2026 dengan memasuki masa pra karantina selama satu pekan. Salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah motion challenge, sesi yang menempatkan advokasi finalis sebagai pusat penilaian.
Tahap ini memberi ruang bagi para finalis untuk menjelaskan isu yang mereka bawa di hadapan dewan juri. Dari sini terlihat bahwa ajang Puteri Indonesia tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga kemampuan menyampaikan gagasan secara runtut, jernih, dan meyakinkan.
Finalis diminta tampil dengan gagasan yang kuat
Dalam motion challenge, setiap finalis mendapat kesempatan untuk memaparkan advokasinya terlebih dahulu. Mereka harus menyampaikan isu yang diperjuangkan dalam waktu singkat, sehingga pesan yang dibawa harus padat dan mudah dipahami.
Setelah sesi presentasi, para juri langsung mengajukan pertanyaan terkait advokasi tersebut. Pola penilaian ini membuat finalis tidak cukup hanya tampil percaya diri, tetapi juga harus siap menjelaskan alasan, arah, dan relevansi isu yang dipilih.
Hanya 20 finalis yang lolos tampil
Tidak semua finalis Puteri Indonesia 2026 ikut serta dalam motion challenge kali ini. Yayasan Puteri Indonesia terlebih dahulu melakukan penyaringan berdasarkan advokasi terbaik, lalu hanya 20 finalis yang akhirnya mendapat kesempatan tampil.
Langkah ini menunjukkan bahwa kualitas gagasan mendapat perhatian besar dalam ajang tersebut. Setiap finalis yang terpilih perlu memiliki isu yang jelas, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan di depan panel penilai.
Jajaran juri datang dari latar belakang beragam
Sesi ini juga menghadirkan juri dari berbagai kalangan untuk menilai para finalis. Kehadiran panel yang beragam memberi sudut pandang lebih luas dalam melihat kekuatan presentasi, isi advokasi, dan kemampuan menjawab pertanyaan.
Sejumlah juri juga merupakan alumni Puteri Indonesia. Para alumni memahami karakter ajang ini, sekaligus mengetahui bagaimana advokasi menjadi salah satu unsur penting dalam penilaian.
Salah satu alumni yang ikut duduk sebagai juri adalah Ketut Permata Juliastrid Sari. Ia merupakan Puteri Indonesia Pariwisata 2024 dan hadir dalam sesi motion challenge sebagai bagian dari panel penilai.
Graciella Mamesah jadi sorotan utama
Di akhir sesi, juri langsung mengumumkan finalis terbaik dari motion challenge. Gelar tersebut diraih Graciella Mamesah yang mewakili Jawa Barat 1.
Pengumuman itu menjadi penutup dari rangkaian penilaian yang menitikberatkan pada ketegasan isi presentasi, kualitas jawaban, dan kekuatan pesan yang dibawa para finalis. Hasil tersebut sekaligus membuat nama Graciella mencuri perhatian di tengah persaingan yang ketat.
Motion challenge kembali menegaskan bahwa ajang Puteri Indonesia memiliki arah penilaian yang menuntut lebih dari sekadar pesona panggung. Dalam sesi ini, para finalis ditantang untuk memperlihatkan kepedulian sosial, kemampuan berbicara di depan publik, dan kesiapan mempertahankan advokasi mereka di hadapan juri.
Source: www.idntimes.com